Terkini.id, Jakarta – Amerika Serikat baru-baru ini telah dikejutkan lonjakan wabah secara tiba-tiba terjadi di Ann Arbor Universitas Michigan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pun mengerahkan tim ahli untuk menyelidiki wabah tersebut.
Diinformasikan bahwa kasus flu pertama terjadi pada 6 Oktober, dan sejak itu, Layanan Kesehatan Universitas (UHS) telah mendiagnosis 528 orang tambahan dengan kasus flu. Selama Minggu, 1 November, 27,2 persen dari tes flu yang diberikan kembali positif dengan total 198 kasus flu baru diidentifikasi di kampus.
Hingga, pada Minggu, 8 November, tingkat tes positif melonjak hingga 37 persen, ketika 313 orang tambahan didiagnosis menderita flu. Saat ini, terhitung sejak 6 Oktober sudah ada 1.038 orang yang terinfeksi influenza di universitas Amerika itu.
Pejabat kesehatan setempat bekerja sama dengan peneliti School of Public Health dan Michigan Medicine untuk mengidentifikasi jenis flu di balik wabah tersebut. Kesimpulan awal menyebut bahwa wabah itu adalah subtipe virus influenza A yang disebut H3N2. Dikutip dari Detikcom. Selasa, 16 November 2021.
“Meskipun kita sering mulai melihat beberapa aktivitas flu sekarang, ukuran wabah ini tidak biasa,” tutur Dr Juan Luis Marquez, direktur medis di Departemen Kesehatan Kabupaten Washtenaw (WCHD), kepada The University Record.
- Gubernur Sulsel Sampaikan Pesan Perdamaian Saat Terima Kunjungan Kedubes Amerika Serikat
- Amerika Serikat, Rusia, dan China Berkumpul di Makassar, Danny Pomanto: Makassar Jadi Kota Perdamaian
- Tokoh-tokoh Agama Amerika Serukan Perdamaian dan Hentikan Peperangan
- Imam Masjid New Jersey Kena Tikam Saat Sedang Laksanakan Sholat Subuh
- Ditemukan 4 Tengkorak Manusia di Bandara Meksiko dengan Tujuan ke Amerika Serikat
Lanjut “Wabah ini tidak serta-merta berdampak langsung pada komunitas lokal yang lebih luas, tetapi menimbulkan kekhawatiran tentang apa yang mungkin dibawa oleh musim flu,” pungkasnya.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang wabah tersebut, universitas baru saja meluncurkan penyelidikan dengan CDC, WCHD, serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan.
Selama penyelidikan yang disebut Epi-Aid (singkatan dari Epidemiologic Assistance), pejabat CDC akan mengunjungi situs tersebut selama satu sampai tiga minggu untuk mengatasi apa yang dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang mendesak.
Tim investigasi akan menilai seberapa cepat flu menyebar di kampus dan faktor apa yang tampaknya meningkatkan risiko penularan. Mereka juga akan mengevaluasi status vaksinasi flu di lingkungan kampus dan mengumpulkan sampel swab dari mereka yang terinfeksi flu, untuk memeriksa strain virus influenza yang beredar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
