Tiga Kandidat Pilwali Makassar Bersaing, Ini Hasil Survei General Survei Indonesia

PT General Survei Indonesia merilis hasil survei pada acara Ngobrol Politik "Menakar Peluang Kandidat Pilwali Makassar 2020", di Warkop Toddopuli Makassar, Minggu 1 Desember 2019.

Terkini.id — PT General Survei Indonesia merilis hasil survei pada acara Ngobrol Politik “Menakar Peluang Kandidat Pilwali Makassar 2020”, di Warkop Toddopuli Makassar, Minggu 1 Desember 2019.

Direktur Eksekutif PT General Survei Indonesia, Herman Lilo memaparkan, pengambilan sampel dilakukan pada 8-18 November 2019 dengan 880 responden tersebar 15 kecamatan di Makassar, sementara margin of error mencapai 3,8 persen.

Hasil survei tersebut menunjukkan tiga kandidat Pilwali Makassar 2020 bersaing ketat. Tingkat popularitas Mantan Walikota Makassar 2013-2018 Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) dengan persentase 92,6 persen. Diurutan kedua ada Munafri Arifuddin (Appi) 88,2 persen dan Syamsu Rizal (Deng Ical) 88,2 persen.

“Tiga calon ini, ternyata disukai oleh warga Kota Makassar,” kata Herman Lilo

Sedangkan elektoral atau tingkat keterpilihan, Danny Pomanto memperoleh 32,4 persen, kedua ada Appi 25 persen dan Deng Ical 14,3 persen.

Menarik untuk Anda:

“Saya hanya memaparkan tiga kandidat saja, sedangkan swing voter atau yang belum menentukan pilihan itu 13 persen, artinya swing voter ini terbilang rendah di Makassar,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Nurman Idrus Strategi, Nurma Idrus menanggapi hasil survei PT General Survei Indonesia.

Menurutnya, hasil survei yang dilakukan oleh pihaknya hampir sama dengan hasil survei PT General Survei Indonesia. Hanya saja surveinya hanya mensurvei 14 kecamatan.

“Angkanya beda-beda tipis, tapi kami melepas Kecamatan Sangkarang karena biaya untuk survei di sana sangat mahal,” ungkap Nurman Idrus.

Nurman Idrus mengatakan, jelang Pilwali Makassar 2020, ia membagi tiga level, di mana level 1 diisi oleh Danny Pomanto, Deng Ical, Munafri Arifudin dan Irman Yasin Limpo (None).

Sedangkan level 2, ada Rachmatika Dewi, Yagkin Padjalangi, Onasis dan Uq. Sementara level 3, ada Dokter Fadli Ananda dan Syarifuddin Daeng Punna.

“Yang memungkinkan menang, mereka yang berpasangan sesama level 1. Kalau level 1 berhadapan sesama level 1 makan akan menunjukkan pertarungan yang sengit,” pungkasnya.

Sementara pengamat politik dari Unismuh Makassar, Abdi juga menilai peluang head to head di Makassar sangat terbuka lebar. Pasalnya hanya ada dua bakal calon yang memiliki modal yang cukup untuk menguasai medan politik Kota Makassar.

“Modal kecerdasan, modal opini publik, modal kekuatan finansial, dan modal kekuatan birokrasi sangat menentukan dalam pilkada. Dan yang memiliki seluruh modal itu hanya ada calon,” imbuhnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Brimob Makassar Latihan Menjinakkan Bom, Amankan Pilkada Serentak 2020

Personel Batalyon A Pelopor Latihan Khusus, Persiapan Mengawal Pilkada 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar