Waduh! Jika Isu 3 Periode Tak Berhenti, Peneliti INSIS: Tiket Presidensi SBY Akan Hidup Lagi, Elektabilitasnya Tinggi!

Waduh! Jika Isu 3 Periode Tak Berhenti, Peneliti INSIS: Tiket Presidensi SBY Akan Hidup Lagi, Elektabilitasnya Tinggi!

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Peneliti Senior INSIS, yakni Dian Permata, belum lama ini menyampaikan pendapatnya terkait isu tiga periode Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang masih terus bergilir.

Bahkan menurutnya, jikalau wacana tersebut tak berhenti, maka peluang SBY alias Susilo Bambang Yudhoyono kembali mencalonkan diri sebagai Capres akan turut muncul.

Apalagi menurutnya, jika dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya, elektabilitas SBY angkanya terbilang tinggi.

Ya, seperti diketahui, hingga saat ini wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden memang masih terus menjadi perbincangan publik.

Padahal, sebelumnya Presiden Jokowi sudah mengatakan dengan resmi bahwa dirinya menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Baca Juga

Nah, Lembaga Institute Riset Indonesia (INSIS) kemudian melakukan survei terkait wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden itu.

Disebutkan, jikalau wacana perpanjangan masa jabatan presiden benar-benar bisa direalisasikan, maka Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpeluang kembali ikut serta dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Jika wacana itu tidak di-stop dan lolos ke MPR, maka secara otomatis tiket presidensi SBY yang sudah expired akan hidup lagi,” ujarnya, dikutip terkini.id dari tribunnews pada Selasa, 19 April 2022.

“Soal apakah SBY mau menggunakan, itu soal lain.”

Dian menilai, amendemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden masih terbuka lebar.

Sebab, ia menyebut bahwaPresiden Jokowi hingga kini belum tegas menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

“Hal ini dapat dilihat masih wira-wirinya isu tersebut. Karenanya, sepanjang tiada ketegasan dari Jokowi, maka isu akan tetap bergulir.”

Selain itu, Dian melanjutkan, dalam hasil survei lembaganya, nama SBY mendapatkan angka (elektabilitas) yang terbilang tinggi di Jawa Barat untuk elektabilitas calon presiden.

Ia menyebut bahwa SBY mendapatkan elektabilitas sebesar 10,09 persen, di bawah Prabowo Subianto yang dipilih masyarakat Jawa Barat sebesar 22,05 persen.

Baru setelah SBY, ada nama Presiden Jokowi dengan elektabilitas yang hanya menyentuh angka 6,14 persen untuk dipilih kembali.

Selanjutnya, ada nama Muhaimin Iskandar yang mendapat angka 0,91 persen, sementara responden yang belum memutuskan untuk menjawab dan rahasia sebanyak 66,82 persen.

“Dalam simulasi jika terjadi amendemen soal klausul tersebut (jabatan 3 periode), nama SBY disandingkan dengan peserta capres lainnya, maka angka (elektabilitas) SBY terbilang tinggi,” ungkap Dian.

“Mengapa tinggi? Karena posisi SBY saat ini tidur alias tidak running campaign for president. Beda dengan nama Capres lainnya yang memang ada real copras capres 2024.”

Adapun survei INSIS tersebut dilakukan pada 24 hingga 29 Maret 2022 lalu. Survei itu menggunakan multistage random sampling dan wawancara tatap muka.

Survei tersebut memiliki margin of error lebih kurang 4,47 persen dengan level of confidence 95 persen, yang mana dilakukan pada 27 daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dengan total responden sebanyak 440 orang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.