Tim Pemenangan SAdAP Belum Lakukan Survei Elektabilitas, Ini Alasannya

Faisal Akbar Putra Negara, Ketua Tim Kampanye Pemenangan Bakal Calon Wali Kota Makassar Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP)
Faisal Akbar Putra Negara, Ketua Tim Kampanye Pemenangan Bakal Calon Wali Kota Makassar Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP)

Terkini.id, Makassar – Faisal Akbar Putra Negara, Ketua Tim Kampanye Pemenangan Bakal Calon Wali Kota Makassar Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP) mengatakan tidak terpengaruh dengan rilis sejumlah survei terkait popularitas dan elektabilitas bakal calon.

Survei yang menggunggulkan sejumlah bakal calon dianggap sebagai penyemangat Tim SAdAP untuk bekerja. “Kami lakukan pergerakan yang sangat senyap untuk memenangkan SAdAP di pemilihan Wali Kota Makassar,” kata Faisal kepada Terkini.id, Selasa 17 September 2019.

Dia mengatakan, Pilwalkot Makassar 2020 akan menarik. Karena ada tim yang bekerja senyap tanpa struktur. “Tim ini bekerja di bawah tanah untuk memenangkan kandidat,” ungkapnya.

Tim bawah tanah ini terdiri dari berbagai tokoh dengan latar belakang politisi, bekas pejabat, hingga purnawirawan jenderal.

“Siap beradu strategi demi memenangkan SaDap sebagai Calon Wali Kota Makassar mendatang,”

Pembentukan tim dan relawan SaDap merupakan wujud simpati terhadap Syarifuddin Daeng Punna. Tim sukses terus bergerak. Rantai komando dipegang langsung pengurus tim inti dibawa komandan Faisal Akbar.

“Kita tidak mendapat intruksi atau perintah langsung dari SaDap. Karena kita bergerak secara mandiri demi kemenangan beliau,” kata Faisal.

Gerakan tim pemenangan yang dikomandoi Faisal terdiri dari dua pola. Terbuka dan tertutup. Sementara sasarannya adalah menggalang dukungan bagi SaDap dari masyarakat.

Tim yang dipimpin Faisal juga bergerak mendekati tokoh-tokoh dari lintas suku, lintas partai, serta lintas agama.

Memasuki Bulan September ini, kata Faisal, sejumlah relawan pendukung SaDap semakin banyak bermunculan.

Kelompok-kelompok relawan tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar. Mengkampanyekan SAdAP.

“Kami buka komunikasi supaya ke depan yang kebetulan ada direktorat relawan itu bisa berkoordinasi dan komunikasi dengan mereka,” terangnya.

Masing-masing kelompok relawan ini mewakili latar belakang masyarakat yang beragam. Mulai dari nelayan, buruh, media sosial, hingga rakyat miskin kota dan kalangan lainnya.

Faisal menambahkan, Tim SAdAP belum melakukan survei. Karena tim masih bergerak dengan cara dan strategi yang telah disiapkan.

“Biarkan masyarakat yang akan melihat langsung mana calon yang dekat dan betul-betul mau berbaur ke akar rumput,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini