SAdAP Sebut Satpol PP Makassar Tak Memanusiakan Manusia Saat Tegakkan Aturan PSBB

SADAP
Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP)

Terkini.id, Makassar – Syarifuddin Daeng Punna atau yang biasa di sapa SAdAP menilai sikap arogan satpol PP berlebihan dalam menegakkan aturan PSBB di kota Makassar.

Dia menyebut tidak ada dalam budaya bugis makassar seperti itu, menggunakan pemadam kebakaran lalu kemudian menyemprot ke dalam rumah atau toko orang.

Kendati ada aturan terkait hal itu, ia mengatakan, sebaiknya tidak dengan cara seperti itu karena tidak manusiawi.

“Kita sesama manusia paham dengan kuadrat kita masing-masing sebagai mahluk yang berakal,” kata SAdAP, Selasa, 28 April 2020.

Dia mengatakan, dirinya sebenarnya riskan melihat ada aparat yang berbuat arogan, lantaran hal itu sangat tidak sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan nilai nilai kultur Bugis Makassar, Sipakainge, Sipakatau dan Sipakalebbi.

Menarik untuk Anda:

“Melanggar aturan PSBB bukan sebuah tindakan pidana, jadi selama masih bisa ditindaki secara bijak menggunakan pendekatan yang lebih lembut lagi ketimbang gunakan pemadam kebakaran untuk menyiram warga,” jelas SAdAP.

Dia menegaskan banyak cara yang bisa dilakukan dalam menerapkan aturan PSBB di Kota makassar. Misalnya memberi teguran dan juga sanksi bila terulang.

“Saya juga ingatkan satpol PP agar tidak arogan dalam menindaki masyarakat, harus bisa memanusiakan sesama manusia,” tutup SAdAP.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ketua Komisi B DPRD Makassar Respon Rencana PD Parkir Ihwal Parkiran Sepeda

Gubernur Tegaskan Masjid Kubah Belum Laik Digunakan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar