Tingkatkan Kualitas Produksi Unggas di Food Estate, Kementan Libatkan Polbangtan Gowa

Tingkatkan Kualitas Produksi Unggas di Food Estate, Kementan Libatkan Polbangtan Gowa

Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Sumba Tengah – Kementerian Pertanian melibatkan mahasiswa Polbangtan Gowa untuk meningkatkan produksi unggas di lokasi Food Estate Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo,  menegaskan bahwa pemerintah tengah membenahi sektor perunggasan nasional demi meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. Salah satunya dengan stabilisasi perunggasan.

Oleh karena itu, sambungnya, pemerintah juga mengharapkan masukan, usulan, saran, kritik dan bantuan pengawasan dari masyarakat agar semua kebijakan yang dikeluarkan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga target stabilisasi perunggasan dapat tercapai.

“Kami upayakan stabilitas perunggasan nasional ini utamanya untuk kesejahteraan peternak. Pemerintah juga akan mendengarkan usulan berbagai pihak,” tutur Menteri SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, pendampingan mahasiswa ini merupakan sarana belajar praktis mahasiswa kepada peternak yang diharapkan menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa. 

Baca Juga

“Kita akan memastikan pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap petani  atau peternak di lokasi Food Estate bisa berjalan maksimal. Harapannya, melalui pendampingan ini dapat membuka pola pikir petani terkait korporasi dan koperasi sehingga akan meningkatkan kapasitas petani dalam manajemen usaha taninya,” papar Dedi.

Salah satu bentuk pendampingan mahasiswa yakni membantu peternak melaksanakan pembersihan dan sanitasi kandang persiapan DOC broiler (pedaging) di Desa Tana Modu, Kecematan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Pembersihan kandang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan DOC broiler  dan juga untuk persiapan masuknya DOC Broiler. Melakukan sanitasi yang baik dan benar secara berkala, meminimalisir kejadian penyakit pada ayam broiler baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun mikroorganisme pencemar.

Abd. Rahman, Muh. Ardas Daruslam, Hisbul Adillah Hamzah, Muhammad Almuntaha, dan Muh Fahmi Mannaroy  adalah mahasiswa jurusan pertanian Posko 2 yang sangat antusias membantu Dian, pemilik peternakan Broiler.

“Jumlah calon DOC broiler yang akan masuk di usaha peternakan milik Bapak  Dian  sekitar 300 ekor DOC. Untuk itu kita bersihkan kandangnya, fases dari ayam sebelumnya kami olah menjadi pupuk kandang lalu diaplikasikan ke tanaman utamanya padi. Mungkin upaya kami belum seberapa untuk meningkatkan sektor perunggasan. Namun, dengan memperhatikan dan meningkatkan kesehatan unggas di peternakan akan turut meningkatkan kualitas hasil ternak,” ungkap salah seorang mahasiswa.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.