Terkini.id, Jakarta – TKA China kembali menjadi topik pembicaraan di media sosial. Kali ini tenaga kerja asal negara tirai bambu itu tertangkap basah mengenakan seragam loreng dalam melaksanakan kerjanya di PLTU 3 dan 4 di Nagan Raya, Aceh.
Dilansir dari CNN Indonesia, Selasa 19 April 2022, TNI Angkatan Darat (TNI AD) langsung mengambil tindakan atas kejadian tersebut.
Letkol Inf Toni Setyo Wibowo segera meminta kepada perusahaan agar tidak membiarkan pekerjanya menggunakan seragam loreng saat sedang bekerja, apalagi karena dia tenaga kerja asing.
Pihak manajemen tempat TKA China itu bekerja mengeluarkan permintaan maafnya kepada TNI AD.
“Mereka (manajemen) sudah minta maaf. Kita sudah ingatkan agar tidak ada lagi yang pakai seragam itu,” tutur Toni, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa 19 April 2022.
- Wali Kota Makassar Antar Langsung Bantuan Pemkot untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra
- Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan Rp1 Miliar Lebih dan Kirim Tim Kemanusiaan ke Aceh Timur
- Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Tim Medis Sulsel dan Andalan Peduli Usai Misi Kemanusiaan di Aceh
- Tim Medis Sulsel dan Andalan Peduli di Aceh, Lakukan Operasi hingga Salurkan Air Bersih
- RSUD Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, Gubernur Sulsel Apresiasi Perjuangan Tim Medis Pemprov dan Relawan
Toni selaku perwakilan dari TNI AD juga menjelaskan bahwa TKA China tersebut tidak ada kaitannya dengan Satuan Militer Repubik Indonesia.
Lanjutnya bahwa pekerja yang memakai seragam loreng itupun juga bukan bagian dari militer China.
“Seragamnya itu security di sana (China), makanya sekadar iseng-iseng tadi. Tidak tahu tujuannya apa, itu hanya pekerja iseng, artinya dia bukan tentara,” jelasnya.
Disisi lain Azhar selaku Kepala Kantor Imigrasi Meulaboh, Aceh Barat juga memberikan tanggapan mengenai berita tersebut.
Dalam pernyataannya ia menyatakan bahwa seragam loreng yang dikenakan oleh TKA China tersebut adalah pakaian kerja untuk buruh kasar dan dipakai oleh pekerja PLTU Aceh.
“Itu bukan pakaian tentara, melainkan pakaian kerja untuk buruh kasar dan dipakai oleh pekerja di PLTU,” kata Azhar.
TKA China yang memakai seragam loreng tersebut merupakan pekerja yang sudah lama menetap di PLTU Aceh bukan pekerja baru.
Sehingga bisa dipastikan bahwa TKA China tersebut juga bukan tenaga kerja ilegal melainkan tenaga kerja resmi dengan surat kerja resmi.
“Izin TKA itu lengkap semua, karena tidak ada lagi yang pendatang baru, jadi orang lama semua itu,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
