Makassar Terkini
Masuk

Tokoh NU Soroti Pernyataan Pengacara Sambo: Apa Menjaga Kehormatan Harus Membunuh?

Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan menyoroti pernyataan pengacara Irjen Ferdy Sambo.

Umar Hasibuan terkait pernyataan pengacara Ferdy Sambo lantas mempertanyakan apakah menjaga kehormatan harus dilakukan dengan cara membunuh.

Selain itu, Umar Hasibuan juga mempertanyakan kalau setiap menjaga kehormatan harus membunuh maka untuk apa ada hukum.

Sorotan Umar Hasibuan ini sehubungan dengan pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan juga pernyataan pengacara Sambo yang menyampaikan jika hal itu dilakukan kliennya untuk menjaga kehormatan keluarganya.

“Apa menjaga kehormatan harus membunuh? Kalau setiap menjaga kehormatan harus membunuh lalu untuk apa ada hukum”, kata Umar Hasibuan, dikutip dari cuitannya, Kamis 11 Agustus 2022.

Tokoh NU ini juga mengatakan mungkin bagi Ferdy Sambo bisa disamakan dengan kasus tewasnya enam anggota laskar FPI di KM 50 yang hingga saat ini masih senyap.

Menurutnya, kematian Brigadir J menjadi akhir dari karir Ferdy Sambo dan jika terbukti bersalah, Umar Hasibuan berharap ada hukuman berat untuk pelaku.

“Mungkin bagi FS Brigadir J sama seperti 6 anggota FPI yang tewas. Adem gak ada gejolak. Tapi dia lupa Tuhan itu gak tidur. Kematian Brigadir J menjadi akhir dari karirnya. Kalau dia terbukti bersalah saya harap dia dihukum seberat-beratnya biar tak terulang kejadian yang sama”, kata Umar Hasibuan.

Diwartakan sebelumnya, pengacara Ferdy Sambo buka suara usai kliennya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J.

Arman Hanis menyampaikan jika Ferdy Sambo memiliki tanggung jawab menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluargnya.

“Apapun yang diperbuat oleh klien kami, tentunya pasti ada motif yang sangat kuat”, kata Arman Hanis.

“Kami tim kuasa hukum percaya bahwa klien kami adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam menjaga dan melindungi marwah keluarganya”, ujarnya.

Pernyataan pengacara Sambo inilah yang menjadi sorotan publik, seperti yang dilakukan oleh Tokoh NU, Umar Hasibuan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya juga telah menetapkan Ferdy Sambo sebagai dalang dari pembunuhan Brigir J di rumah dinas Sambo.