Terkini.id, Jakarta – Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf menjadi salah satu korban kasus pemerasan dengan modus video call seks (VCS).
Edy menjelaskan dirinya menjadi korban pemerasan setelah mendapatkan panggilan melalui aplikasi Facebook Messenger sekitar dua minggu lalu. Edy yang mengangkat panggilan tersebut kaget saat melihat tampilan gambar yang tak senonoh.
“Dia ajak berkomunikasi dan langsung tindis itu (screenshot) dan yang muncul foto tidak senonoh,” kata Edy saat dikonfirmasi, Sabtu 23 Oktober 2021.
Lebih lanjut, Politisi Partai Amanat Nasional itu mengaku langsung menutup telepon karena kaget. Namun, pelaku lebih cepat melakukan tangkapan layar pada saat video call.
“Kebetulan (saat panggilan) itu kepala aku kelihatan. Begitu kelihatan, dia langsung mengancam akan menyebarkan screenshot tersebut,” ujarnya.
- Halal Bihalal Lembaga Adat Karaeng Lange-Lange, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Tradisi
- Pemkab Bulukumba Minta Maaf ke Keluarga Siswa Pramuka Korban Mobil Terbalik
- Pemkab Bulukumba Beri Perhatian Khusus Bagi Guru Jelang Purnabakti
- Wakil Bupati Bulukumba Beberkan Bakal Dibangun Masjid Terapung di Bira, Menggunakan APBD Sulsel 2022
- Pemkab Bulukumba Serahkan Bantuan Ternak Sapi di Kecamatan Gantarang
Dilansir dari CNN Indonesia, Mantan anggota DPRD Sulsel ini menyebut VCS itu sangat berbahaya karena bisa menjadi sebagai alat untuk melakukan pemerasan. Apalagi, kata dia, kejadian itu dialami banyak pihak.
“Banyak pejabat juga yang menjadi korban. Cuman tidak berani menyampaikan,” katanya.
Wabup Bulukumba pun berharap agar pihak kepolisian bisa menindak dan mencari pelaku kasus pemerasan dengan modus VCS.
“Ini bisa berbahaya kalau tidak ditindak, karena bisa menjadi alibi untuk melakukan pemerasan,” katanya.
Namun, pihak kepolisian hingga saat ini belum menerima laporan terkait kejadian yang menimpa orang nomor dua di Bulukumba, Sulawesi Selatan ini.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono membenarkan jika pihaknya belum menerima laporan dari Wakil Bupati Bulukumba soal kasus pemerasan tersebut.
“Belum ada laporannya,” kata Bayu, Sabtu 23 Oktober 2021.
Oleh karena itu, Bayu mengatakan pihaknya belum dapat melakukan penyelidikan terkait kasus pemerasan yang dialami oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Sebab, pihak kepolisian belum menerima laporan korban.
“Iya belum ada saya terima laporannya. Kalau ada laporannya pasti kami segera proses,” jelasnya.
Kasatreskrim Polres Bulukumba pun meminta untuk setiap warga yang menjadi korban pemerasan dengan modus video call seks tersebut agar dapat langsung melaporkan kejadian itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
