U-Turn Makassar Terlalu Banyak, Pak Ogah Kian Meresahkan

U-Turn Makassar Terlalu Banyak, Pak Ogah Kian Meresahkan

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

“Jadi selalu ada hitungan, baik itu jalan nasional, provinsi maupun kota, karena masing-masing punya kewenangan,” terangnya.

Di samping itu, sambung Qadriathi, U-Turn yang minim juga bisa efektif mengurangi kemacetan, asalkan rekayasanya tepat sasaran, seperti di titik yang banyak perhentian dan toko-toko.

Dewan Beri Dukungan

Sementara itu, rencana pengurangan U-turn ini juga mendapatkan respon positif dari DPRD Makassar. Anggota Komisi C DPRD Makassar, Fasruddin Rusli juga melihat U-Turn Makassar memang sangat tidak ideal.

Ditambah U-Turn yang dihinggapi Pak Ogah sangat mengganggu.

“Baru sekitar 50-100 meter itu sudah ada lagi, makanya ini yang banyak bikin jalan Makassar sering terjadi perlambatan,” ujarnya.

Pengurangan ini juga disebut akan memudahkan pengawasan di lapangan. Tidak membuahkan banyak personel. Apalagi banyak keluhan soal minimnya Personel Dishub yang bertugas.

Legislator PPP ini melihat, jika mencontoh kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya itu disebut memiliki U-Turn minim, ini kata dia dipandang sebagai solusi dalam mengatasi padatnya kendaraan di wilayah tersebut.

“Dia bikin orang putar jauh, jadi tidak ada penumpukan,” jelasnya.

Namun demikian ini mesti ditinjau lebih dahulu untuk titik-titiknya. Ada beberapa titik yang kata dia memang membutuhkan perputaran yang pendek untuk mengurangi kemacetan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.