Universitas Muslim Indonesia, dari Mahasiswa Demonstran ke Mahasiswa Relawan

Universitas Muslim Indonesia, dari Mahasiswa Demonstran ke Mahasiswa Relawan
Tim Relwan FTI UMI Turun ke Lapangan (Koleksi Makassar Terkini)

Ismail Suardi Wekke
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Makassar – Begitu dua orang wafat terpapar covid-19 diumumkan, Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) langsung bergerak.

Tim FTI UMI menjadi bagian dari mitigasi wabah di tingkat universitas, mulai menyiapkan persiapan untuk menutup kampus. Pekan pertama, kampus masih dibuka untuk keperluan yang mendesak, tetapi setiap orang perlu melakukan registrasi, dan juga pengecekan suhu tubuh.

Sikap ini, menjadi tanda bahwa perguruan tinggi memiliki kekhasan responsif. Bukan reaktif, sehingga bukan menjadi pemecah masalah tetapi justru menjadi bagian masalah itu sendiri.

***

Menarik untuk Anda:

Dua puluh tahun lalu, mengeja Universitas Muslim Indonesia, justru yang menjadi percakapan adalah anarkisme semasa demonstrasi. Bahkan jika berjumpa dengan kolega dengan perguruan tinggi di pulau Jawa ketika memperkenalkan diri Makassar, terkadang respon mitra tutur “yang suka demo itu ya?”.

Itu hanyalah masa lalu. Kini, percakapan dan begitu pula dengan jejak-jejak digital menempatkan Universitas Muslim Indonesia sebagai bagian dari perguruan tinggi unggul.

Bersanding dengan perguruan tinggi setanah air. Menjadi tuan rumah MTQ mahasiswa, tuan rumah PKM, yang kesemuanya di tingkat nasional. Begitu pula mahasiswanya yang meraih medali dari perhelatan ke perhelatan.

Tidak hanya mahasiswa, dosennya juga dikirim untuk berguru ke pelbagai perguruan tinggi terkemuka. Begitu juga dengan dosen dan mahasiswa dan seentaro negara berdatangan.

UMI menjadi tuan rumah Asian Youth Forum yang dihadiri lima negara Asia. Sementara mahasiswa Perancis setiap tahun mengadakan penelitian bersama dengan mahasiswa UMI sekaligus dosen UMI turut dalam dewan penguji pada tugas akhir mahasiswa tersebut.

Alumni UMI satu persatu pula meraih beasiswa yang bergensi. Diantaranya menerima beasiswa LPDP, juga beasiswa negara Asia Tenggara melalui ASEAN, beasiswa unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

***

Namun, lebih dari itu. UMI mewakili kegelisahan seperti saya yang berpofesi dosen. Hanya sekadar gelisah saja tetapi tidak kemampuan apapun untuk berdoa.

Sementara mahasiswa di Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia melampaui harapan. Mereka terjun ke lapangan untuk turut mencegah penyebaran Covid-19.

Bukan saja tempat yang didiami muslim. Mereka masuk sampai ke Klenteng, Gereja, dan tempat-tempat publik lainnya. Tidak terkecuali kantor polisi, dan juga penjara.

Bahkan menjangkau pula Maros, dan Gowa. Dua kabupaten tetangga Kota Makassar disambangi. Sampai ke Marusu dan juga Sungguminasa.

Berkolaborasi dengan polisi, asosiai rumah sakit, pemerintah kota, pemerintah kabupaten, dan elemen masyarakat lainnya.

Tidak saja secara eksternal, juga posisi internal mendapatkan perhatian yang sama. Mahasiswa diberikan keringanan pembayaran dan juga potongan pembayaran untuk rangkaian ujian skripsi sebagai salah satu prasyarat penyelesaian studi.

Adapun mahasiswa yang tidak pulang kampung karena kondisi tertentu, juga dibantu dengan diantarkan langsung bahan makanan. Program studi diminta mendata mahasiswa yang masih ada di Makassar, bagi mereka yang tinggal sendiri tidak bersama keluarga.

***

Kita melihat, selama dua dasawarsa terakhir Universitas Muslim Indonesia bertransformasi dari demonstran ke relawan.

Palu, dimana saat itu baru saja terhempas tsunami. UMI juga hadir, bahkan sampai mendampingi membangun mushallah sementara. Penyediaan air bersih disiapkan.

Satu hal yang menjadi karakteristik abad 21 yang terinternalisasi dalam kelembagaan Universitas Muslim Indonesia adalah sinergi dan kolaborasi.

Perguruan tinggi ini, senantiasa terbuka untuk bersama-sama dalam menyikapi persoalan masyarakat.

Abad 20 dan abad-abad sebelumnya, keunggulan individual menjadi target tertentu. Namun di abad ini, pribadi-pribadi unggul juga dapat wujud melalui sinergi dan kolaborasi.

Universitas Muslim Indonesia menunjukkan itu. Sekaligus menjadi diantara praktik terbaik bahwa perguruan tinggi bukan saja tentang pendidikan, pengajaran, penelitian, dan publikasi.

Justru perguruan tinggi hadir di tengah-tengah masyarakat. Senantiasa bersama dengan masyarakat, termasuk dalam duka sekalipun.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Debat Calon Bupati-Wakil Bupati Bulukumba: Tanggapan Putra Daerah

Tolak Politik Uang untuk Pilkada yang Bermartabat!

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar