Makassar Terkini
Masuk

Upayakan Diverifikasi Pangan, Jokowi Sebut Produksi Jagung Alami Kemajuan

Terkini.id, JakartaPresiden Jokowi tengah mengupayakan diversifikasi pangan. Ia tak ingin Indonesia hanya swasembada beras. Tapi juga pangan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat memberikan pidato dalam acara penyerahan penghargaan ketahanan pangan beras dari International Rice Research Institute (IRRI), Minggu, 14 Agustus 2022 kemarin.

“Telah kita mulai kemarin di Waingapu sorgum, di NTT sorgum, kemudian di beberapa provinsi jagung,” tuturnya, dilansir dari CNN Indonesia, Senin, 15 Agustus 2022.

Menurutnya, Indonesia telah mengalami kemajuan terhadap produksi jagung. Jumlah jagung yang diimpor lebih sedikit dari sebelumnya. 

“Yang dulu 7 tahun harus impor 3,5 juta ton jagung. Hari ini kita impor kira-kira 800 ribu ton. Ini sebuah lompatan yg besar sekali,” sambungnya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi optimis Indonesia tak akan impor jagung lagi.

“Insyaallah kita sudah tidak impor jagung dalam 2-3 tahun ke depan. Seperti beras yang sudah 3 tahun kita tidak impor,” ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan Indonesia sudah tidak mengimpor jagung, kecuali untuk kebutuhan bahan baku industri, seperti bahan pemanis.

“Saya ingin sampaikan bahwa bukan hanya beras yang sebenarnya kita sudah tidak impor, tetapi juga jagung, kecuali yang berkaitan dengan kebutuhan industri, termasuk pemanis dan lain-lain,” ungkapnya, Senin, 1 Agustus lalu.