Terkini.id, Kabul – Usai bunuh jubir pemerintah Afghanistan, Taliban klaim rebut kota Zaranj. Kelompok milisi bersenjata atau gerilyawan Taliban merebut ibu kota provinsi Afghanistan dan membunuh seorang pejabat media senior pemerintah di Kabul pada Jumat 6 Agustus 2021 kemarin.
Dilaporkan, peristiwa itu justru di tengah situasi keamanan yang memburuk saat Amerika Serkita (AS) dan pasukan asing lainnya dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) angkat kaki dari Afghanistan.
Seorang juru bicara polisi di Provinsi Nimroz selatan mengatakan, Ibu Kota Zaranj telah jatuh ke tangan kelompok Islam garis keras lantaran kurangnya bala bantuan dari pemerintah yang didukung Barat.
Di Twitter, seorang juru bicara Taliban mengatakan, gerilyawan telah ‘membebaskan sepenuhnya’ provinsi itu dan telah menguasai rumah gubernur, markas polisi, dan gedung-gedung resmi lainnya, seperti dikutip dari Reuters via rri.co.id, Sabtu 7 Agustus 2021.
Setelah itu, seorang jenderal tinggi Afghanistan yang memimpin serangan balasan di selatan negara itu mengatakan, serangan udara angkatan udara Afghanistan telah membunuh pejabat tinggi Taliban untuk Nimroz bersama 14 anak buahnya.
- Taliban Desak Warga Afghanistan Ngungsi dan Tidak Ikut Campur Aksi Protes
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
Reuters belum dapat memverifikasi klaim Jenderal Sami Sadat, komandan 215 Maiwand Afghan Army Corps di Twitter.
Dalam beberapa bulan terakhir, gerilyawan Taliban telah merebut lusinan distrik dan perlintasan perbatasan, serta menekan beberapa ibu kota provinsi, termasuk Herat di barat dan Kandahar di selatan, saat pasukan asing ditarik.
Di New York, utusan khusus PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons mempertanyakan komitmen Taliban untuk penyelesaian politik, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB, perang telah memasuki fase yang lebih mematikan dan lebih merusak.
“Hal itu mengingatkan pada sejarah kelam yang terjadi di Suriah atau Sarajevo dalam waktu yang belum terlalu lama,” ungkap Lyons.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, prospek Afghanistan tergelincir ke dalam perang saudara skala penuh dan berlarut-larut ‘adalah kenyataan pahit yang nyata’.
Zaranj sendiri adalah ibu kota provinsi pertama yang jatuh ke tangan Taliban sejak Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan pemerintah provinsi pada Februari 2020, terkait penarikan pasukan Negeri Paman Sam dari wilayah itu.
Sebuah sumber lokal mengatakan, Taliban telah merebut kantor gubernur, markas polisi, dan sebuah perkampungan pengungsi di dekat perbatasan Iran.
Sumber-sumber Taliban mengatakan, para gerilyawan merayakan jatuhnya Kota Zaranj akan mengangkat moral para pejuang mereka.
Berbicara dengan inisial anonim, seorang komandan Taliban mengatakan Zaranj memiliki nilai dan urgensi strategis lantaran berada di perbatasan dengan Iran.
Di Kabul, penyerang Taliban membunuh Kepala Pusat Media dan Informasi Pemerintah, Dawa Khan Menapal dalam serangkaian pembunuhan terbaru yang bertujuan untuk melemahkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang terpilih secara demokratis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
