Terkini.id, Kabul – Memanas, kelompok milisi Taliban dan Afghanistan kembali bentrok di Kota Herat. Pasca militer Amerika Serikat dan sekutunya angkat kaki dari Afghanistan, kelompok milisi Taliban semakin gencar menyerang pemerintah Afghanistan dengan merebut banyak wilayah-wilayah di sana.
Seperti terlihat pada Sabtu 31 Juli 2021, pasukan Afghanistan kembali bentrok di pinggiran Kota Herat, Provinsi Herat. Pertempuran itu terjadi hanya selang sehari usai seorang petugas keamanan tewas saat kompleks Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) diserang Talibah.
Gubernur Herat, Abdul Saboor Qani mengatakan sebagian besar pertempuran terjadi di distrik Injil dan Guzara, wilayah strategis yang terdapat salah satu bandara esensial di Afghanistan.
“Saat ini pertempuran sedang berlangsung di selatan dan tenggara. Kami bergerak dengan hati-hati dan menghindari korban sipil,” terang Qani, seperti dikutip AFP via CNNIndonesia, Sabtu 31 Juli 2021 kemarin.
Pasukan pemerintah juga melancarkan serangan udara di dekat sebuah rumah sakit di Laskar Gah, Provinsi Helmand. Hal itu dilakukan karena Taliban dianggap mengambil alih rumah sakit untuk merawat anggotanya yang terluka.
- Taliban Desak Warga Afghanistan Ngungsi dan Tidak Ikut Campur Aksi Protes
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
Menurut pengakuan salah seorang warga, Agha Mohammad, Taliban mengambil alih Rumah Sakit Khusus Arian Afghanistan.
“Pagi ini, para pejuang Taliban datang dan memaksa staf rumah sakit untuk pergi,” imbuh Agha.
“Pesawat melayang di udara saat itu, dan mereka mengikuti Taliban, dan serangan udara terjadi,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur Kesehatan Masyarakat Provinsi Helmand, Sher Ali Shakir menjelaskan jika rumah sakit itu hancur, satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Menurut para penduduk, pertempuran itu menyebabkan ratusan orang meninggalkan rumahnya dan mencari perlindungan di jantung kota.
Taliban mengaku tidak akan menargetkan serangan kepada diplomat, namun secara terang-terangan telah melanggar protokol internasional sebelumnya.
Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional sekaligus mantan wakil presiden Afghanistan, Abdullah mengatakan, Taliban telah mengeksekusi seorang perwira militer Afghanistan usai menangkapnya di dekat Herat.
“Taliban, bertentangan dengan semua prinsip perang dan standar Islam serta kemanusiaan, membunuh Abdul Hamid Hamidi, komandan Brigade 1 Korps Zafar ke-207, usai menawannya,” beber Abdullah di akun Twitter miliknya, Sabtu 31 Juli 2021.
Menembak tawanan perang, sebut Abdullah, adalah tindakan pengecut terhadap semua aturan perang dan menunjukkan kekejaman Taliban.
Di Herat, pasukan Afghanistan, milisi panglima perang veteran, dan komandan anti Taliban Ismail Khan dikerahkan di sekitar kota dalam beberapa hari terakhir.
Khan yang pernah memerangi pasukan pendudukan Soviet pada 1980-an, telah bersumpah untuk melawan kelompok Taliban yang mengalami progress mengejutkan beberapa bulan belakangan.
Kekerasan terus meningkat di seluruh negeri sejak awal Mei 2021 lalu. Taliban melancarkan serangan besar-besaran usai AS dan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menarik pasukannya dari negara itu.
Mereka juga telah mengklaim merebut 90 persen wilayah Afghanistan, termasuk di Provinsi Herat, dan dua daerah yang berbatasan dengan Iran dan Turkmenistan.
Pertempuran yang memanas itu, juga diklaim menghambat upaya penyelamatan korban terdampak banjir di Provinsi Nuristan yang terjadi pekan lalu.
“Sayangnya, daerah itu berada di bawah kendali Taliban, kami tidak dapat mengirim tim provinsi kami ke daerah itu,” terang juru bicara Kementerian Afghanistan untuk Penanggulangan Bencana.
“Tetapi kami telah mengirim tim penyelamat (lokal) bersama dengan Bulan Sabit Merah Afghanistan,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
