Terkini, Jakarta – Sepeda Brompton menjadi perbincanyan usai kasus penyelundupan yang melibatkan Dirut Garuda Indonesia.
Setelah kasus tersebut, kini sepeda Brompton ketahuan kalau harganya selangit.
Brompton pun menjadi perbincangan kalangan masyarakat akhir-akhir ini.
Karena ketahuan harganya mahal, tentu para pengguna sepeda lipat Brompton pun ikut was-was. Jangan sampai sepedanya itu menjadi incaran maling.
Salah seorang pengguna sepeda lipat Brompton, Indra, mengaku kini lebih memilih melakukan antisipasi dengan tidak bersepeda sendirian.
- Permintaan Mulai Turun, Harga Sepeda Brompton Anjlok di Indonesia
- Sepeda Brompton Milik Jusuf Kalla Siap Dilelang Demi Kemanusiaan, Segini Harga Penawarannya
- Kata Siapa RI Krisis? Toko Brompton di Jerman Malah Tutup Gegara Sepeda Diborong Warga +62
- Heboh Foto Satpol PP Makassar Pakai Sepeda Brompton, Ini Faktanya
- Gara-gara Kasus Garuda, Pria Ini Ketahuan Berbohong ke Istrinya Soal Harga Sepeda Brompton
“Sekarang ya enggak (takut), karena kita selalu beramai-ramai. Antisipasinya selalu beramai-ramai. Apalagi di Jakarta komunitasnya banyak,” kata Indra, dikutip dari detikcom, Minggu 8 Desember 2019.
Meskipun begitu, rasa cemas saat bepergian mengendarai sepeda bagaimanapun tetap ada.
Terlebih jika harus memarkirkannya di tempat umum.
“Apalagi kalau kita ke toko ada rasa was-was, seperti misalnya ke minimarket saya ingin memasukkan ke dalam, tapi ‘pak parkir enggak boleh sepeda dimasukkan ke dalam’,” ucap Indra lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
