Usai Konsultasi dengan Dinkes Sulsel, Anggota DPRD Jeneponto Kunjungi Pasien Gizi Buruk

Terkini.id, Jeneponto – Komisi IV DPRD Jeneponto mengunjungi pasien penderita gizi buruk di Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang (RS Latopas) Jeneponto, Jalan Ishak Iskandar, Kamis, 30 Januari 2020.

Ketua dan anggota Komisi IV mengunjungi pasien gizi buruk untuk memastikan berapa penderita gizi buruk yang dirawat di RS Latopas.

“Kami ke RS Latopas untuk melihat langsung pasien gizi buruk, ada tiga pasien gizi buruk yang dirawat, sekaligus konsultasi dengan pihak dokter terkait penanganannya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto, Kaharuddin.

Sebelum mengunjungi pasien gizi buruk di RS Latopas, Komisi IV DPRD Jeneponto terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan.

“Dengan santernya pemberitaan di media sosial terkait adanya penderita gizi buruk di Jeneponto, maka kami berinisiatif untuk konsultasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, untuk dapat mengetahui bagaimana sebenarnya pencegahan gizi buruk dan stunting,” jelas Kaharuddin.

Menarik untuk Anda:

Pada Konsultasi itu, Komisi IV DPRD Jeneponto mendapatkan pemaparan secara gamblang dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.

“Alhamdulillah, saat konsultasi kita mendapatkan penjelasan yang sangat berharga dalam pencegahan gizi buruk dan menekan stunting, bahkan data stunting 2019 di Jeneponto 41,11 persen, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 41,3 persen,” ujarnya.

Usai konsultasi dengan Dinkes Provinsi Sulsel, Komisi IV DPRD Jeneponto bakal mengadakan rembuk pencegahan stunting dan gizi buruk.

“Insya Allah kita akan lakukan rembuk dengan semua pihak terkait sampai pemerintah desa, setelah kita konsultasi, Dinkes Provinsi Sulsel memberikan dana Rp 1 miliar untuk pencegahan stunting tahun ini,” ungkap Anggota Komisi IV DPRD Jeneponto, Awaluddin Sinring.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

World Cleanup Day, Pemkab Jeneponto Dilaksanakan di Tujuh Kecamatan

Wakil Bupati Sebut Akuntabilitas Pemkab Jeneponto Berada Pada 50,26 Persen

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar