Terkini.id, Jakarta – Seorang Uskup legendaris yang berasal dari Timor Leste, bernama Carlos Filipe Ximenes Belo, diberitakan tersandung kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak lelaki.
Tindak pelecehan tersebut dilaporkan terjadi ketika perjuangan kemerdekaan Timor Leste tahun 1990-an dari Indonesia.
Majalah Belanda mengatakan penyelidikan kasus ini mengindikasikan pelecehan juga terjadi pada 1980-an. Saat Uskup Belo masih bekerja pada sebuah pusat pendidikan.
Uskup yang dimaksud adalah Carlos Felipe Ximenes Belo, yang pernah menjadi kepala Gereja Katolik Roma di Timor Leste, atau yang dulu disebut Timor Timur.
Belo memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian di tahun 1996 bersama dengan Jose Ramos-Horta dalam mengkampanyekan solusi adil dan damai untuk konflik di negara asal mereka.
Dalam berjuang untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia, bekas jajahan Belanda.
Pemberitaan tersebut berasal dari majalah Belanda, De Groene Amsterdammer. Tertulis dalam artikel itu mengenai pengakuan dua pria yang pernah menjadi korban Uskup Belo.
Paulo dan Roberto (nama samaran) bercerita terkait kekerasan seksual yang dialaminya.
Paulo menjelaskan pelakunya adalah seorang tokoh penerima penghargaan Nobel, Uskup Belo, Timor Leste.
Ketika itu usia Paulo masih remaja sekitar 15-16 tahun. Sekarang usianya sudah 42 tahun.
“Dia meminta saya untuk datang ke tempatnya.” Kata Paulo, dikutip Terkini.id dari Groene, Kamis, 29 September 2022.
Waktu itu hari Minggu, Paulo ikut hadir dalam misa yang diadakan oleh Uskup Belo di kediamannya di Dili, Timor Leste.
Setelah misa, Paulo dihampiri Belo dan diminta untuk datang ke kediaman sang uskup. Kala itu ia merasa senang.
“Saya sangat senang.” Ucap Paulo.
Paulo pun pergi ke kediaman Belo pada malam hari. Paulo diajaknya ke kamar tidur.
“Uskup melepas celana saya. Mulai menyentuh saya secara seksual dan melakukan seks oral pada saya.” Jelas Paulo.
Paulo tertidur di tengah rasa kaget dan bingungnya. Saat terbangun, Paulo diberi sejumlah uang.
“Pada pagi hari saya lari dengan cepat. Saya merasa sedikit takut dan merasa sangat aneh.” Ingat Paulo.
Meski Paulo menyatakan dirinya merasa malu. Namun ia sadar kejadian itu bukan kesalahannya.
Selain Paulo juga terdapat Roberto yang sekarang berusia 42 tahun, dimana pada usia 14 tahun, juga mengalami hal serupa. Ketika itu, Belo hadir dalam suatu pesta yang diadakan gereja di kota tempat tinggalnya.
Roberto diminta datang ke biara, kemudian ia tertidur di kamar uskup. Saat terbangun, Roberto sadar sedang diperiksa dan dilecehkan.
“Uskup memperkosa dan melecehkan saya secara seksual malam itu.” Kata Roberto.
“Pagi-pagi sekali, ia menyuruh saya pergi. Saya takut karena hari masih gelap. Sehingga saya harus menunggu, sebelum saya akhirnya bisa pulang. Dia juga meninggalkan uang untuk saya. Agar saya tutup mulut dan untuk memastikan saya kembali.” Terangnya.
Saat dikonfirmasi oleh De Groene, untuk dimintai respons atas tuduhan ini. Belo langsung memutus sambungan telepon.
Menurut Paulo, uskup telah menyalahgunakan kekuasaannya kepada anak laki-laki yang hidup di dalam kemiskinan.
“Dia tahu bahwa mereka tidak punya uang. Jadi, ketika dia mengundang Anda. Anda datang dan ia akan memberi Anda sejumlah uang. Meski demikian, Anda juga menjadi korban. Begitulah cara dia melakukannya.” Jelas Paulo.
Gereja Katolik memiliki peran besar baik dalam aspek keagamaan maupun organisasi. Yang membantu dan menawarkan perlindungan untuk warganya. Sehingga keberadaannya sangat dihormati di Timor Leste.
Roberto mengatakan, jika tuduhan kepada Belo dipublikasikan, akan menghebohkan negara serta merusak perjuangan kemerdekaan pada masa lampau.
Di sisi lain, masyarakat masih sulit dalam berbicara dugaan kejahatan seksual Belo. Karena bisa berisiko stigmatisasi, pengucilan, dan ancaman, hingga kekerasan.
Terdapat korban lain namun tidak ingin diceritakan kisah mereka di media. Pihak De Groene sudah berbicara dengannya.
Sebagai korban, Paulo ingin publik agar tidak lagi bungkam soal pelecehan seksual tersebut.
“Kita harus membicarakannya dan meneriakkannya lebih keras.” Ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
