Terkini.id, Jakarta – Untuk menentukan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan di usung pada Pilpres 2024. Seorang Akademisi Politik Philipus Ngorang mengungkapkan bahwa PDI-Perjuangan harus berhati-hati mengambil langkah.
Pasalnya, pemilihan capres atau cawapres akan menyangkut elektabilitas PDI-Perjuangan sendiri pada tahun 2024.
“PDIP harus melakukan kalkulasi yang tepat, karena suara untuk PDIP itu juga dipengaruhi tokoh yang diusung,” kata Philipus Ngorang.
Ngorang juga mengatakan bahwa tokoh dalam pilpres akan memiliki dampak tersendiri dalam elektabilitas partai politik yang mendukung sosok tersebut.
“Itu namanya efek ekor jas atau coat tail effect,” katanya.
- Nelli Kamal Sebut Rakernas PDI Perjuangan Ajang Konsolidasi dan Membangkitkan Semangat Juang untuk Rakyat
- Rekomendasi Eksternal PDIP Suarakan Reformasi Sistem Politik dan Independensi Penegak Hukum
- PDI Perjuangan Sulsel Siap Gelar Konferda VI dan Konfercab 24 Kabupaten/Kota di Makassar
- Real Count KPU Rilis Sembilan Parpol Lolos ke Senayan
- Mantan Dosen IAIN Alauddin Makassar Prof Hamka Haq Tutup Usia
Mengutip dari Genpico. Pengajar di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu memaparkan bahwa masyarakat akan melihat dan menilai sendiri dinamika politik di tubuh PDI-Perjuangan, terutama terkait polemik banteng vs celeng.
“Kalau kelompok pendukung Ganjar tumbuh di mana-mana, seharusnya dibiarkan saja. Jangan terlalu sensitif, karena itu juga akan berdampak positif kepada PDI-Perjuangan,” paparnya.
Sebab, sudah ada beberapa partai politik lain yang hendak melamar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk diusung menjadi capres 2024 nanti.
“Jangan sampai salah hitung dan salah pilih berimbas pada suara PDI-Perjuangan di 2024,” tutur Ngorang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
