Terkini.id, Jakarta – Publik tengah ramai membicarakan logo HUT RI ke-75 yang dianggap mirip dengan simbol salib. Logo tersebut merupakan hasil desain dari Pemerintah Pusat.
Terkait hal itu, belum lama ini Aliansi Ummat Islam Karanganyar (AUIK) memprotes pemasangan spanduk berlogo HUT RI ke-75di Karanganyar, Jawa Tengah.
Spanduk berisi logo yang didesain dari pemerintah pusat itu diklaim menyerupai simbol salib.
Aksi protes dari AUIK tersebut dibagikan akun Instagram @indonesiavoice_.
Dalam unggahannya, terlampir foto artikel pemberitaan terkait aksi protes ormas itu.
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Inovasi Makassar Berjasa, 1.005 Agen PERISAI Resmi Bertugas
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
Dilihat dari foto tersebut, nampak di bagian kiri spanduk terpampang angka 75 yang menandakan HUT RI ke-75.
Sementara di bagian sisi kanan spanduk tersebut, terlihat desain balok yang dinilai mirip simbol salib.
Menanggapi hal itu, pihak Pemerintah Pusat melalui Sekretaris Kemensetneg Setya Utama menjelaskan arti dan makna logo itu.
“Arti dan makna logo dan turunan ada di pedoman visual di atas,” kata Setya, Senin, 10 Agustus 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Ia pun memperlihatkan berkas ‘Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 & Pedoman Visual Penggunaan’.
Berkas tersebut, kata Setya, juga bisa diunduh publik di situs setneg.go.id.
Dilihat dari berkas tersebut, pada halaman 27 tertulis maksud dari penggunaan supergraphic yang terdiri dari 10 elemen.
Kesepuluh elemen itu diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah lagi menjadi 10 bagian yang merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila.
“Untuk pengaplikasiannya,supergraphicini cukup fleksibel karena bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan tadi menjadi satu kesatuan bentuk,” demikian penjelasan yang tertulis dalam berkas terkait logo HUT RI ke-75 itu.
Sementara itu, Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin membantah bahwa logo HUT RI ke-75 tersebut mirip simbol salib.
“Logo ini murni dan resmi asli, bukan salib. Ini adalah sebuah karya seni yang dibuat dan dilakukan oleh teman-teman, anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan karya seni yang luar biasa,” kata Ngabalin lewat sebuah video yang ia bagikan ke awak media, Senin, 10 Agustus 2020.
Maka dari itu, ia meminta agar masyarakat tak berspekulasi macam-macam terkait logo kemerdekaan RI tersebut.
Ngabalin pun menegaskan sekali lagi bahwa logo itu bukan berbentuk simbol salib.
“Anda lihat dari sisi keindahannya, dilihat dari semangat kebersamaan yang dibangun. Jadi jauhkan dari pikiran-pikiran penuh kecurigaan, kebencian, karena apa yang dibangun ini adalah spirit untuk mendorong komitmen dari nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur yang dibangun kebersamaan,” tegas Ngabalin.
“Semangat kebinekaan, semangat kebersamaan, semangat persatuan di usia negara kita 75 tahun,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
