Terkini.id, Jakarta – Wacana penundaan pemilu 2024 yang dilontarkan oleh beberapa elit partai politik dinilai tidak etis.
Para ketua partai itu harus belajar dari para pemilih yang justru lebih taat pada konstitusi. Yang seharusnya contoh itu diberikan oleh para pejabat publik.
“Kami menemukan publik tidak bergeser sikap konstitusional mereka dan seharusnya dalam politik demokrasi yang didasarkan pada agregasi kepentingan publik dan aspirasi warganya, elite harus mengikuti kepentingan warganya,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI) Burhanuddin Muhtadi.
Dalam acara webinar Masyarakat Ilmu Pemerintah Indonesia (MIPI), Burhanuddin menyebut seharusnya para elit menyuarakan aspirasi yang sesuai konstitusi.
Dan secara tegas menolak aspirasi pencitraan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
- Soal PN Jakpus dan Penundaan Pemilu 2024, Rocky Gerung: Berani Pakde Kecam Putusan Itu?
- Tanggapan SBY Soal Putusan PN Jakpus Tentang Penundaan Pemilu 2024
- Anggota DPR Guspardi Tegaskan Tidak Pernah Ada Pembahasan Penundaan Pemilu di Komisi II
- Pemilu 2024 ditunda? Nurliah: 'Pilkada 2020 Berhasil dilaksanakan di Tengah Pandemi'
- Sebut Kasus Minyak Goreng Danai Penundaan Pemilu, Masinton: Itu Semua Butuh Biaya
“Kalau warganya taat konstitusi, basis konstituen setiap partai taat konstitusi, seharusnya elite partainya lebih taat pada konstitusi. Jadi, jangan memberikan contoh yang tidak baik kepada warga, apalagi kita dalam kondisi pandemi Covid-19,” ujarnya Sabtu 5 Maret 2022.
Lebih lanjut ia menyebut saat ini pemerintahan Joko Widodo tengah sibuk memuilhkan ekonomi yang dihantam pandemi covid-19.
Dengan hadirnya ide dan pernyataan kontroversi bakal mengganggu fokus pemerintah. Dampaknya tentu bakal lebih terasa di masyarakat. Sementara para politikus masih sibuk untuk mempertahankan posisinya.
“Jangan mengeluarkan ide yang bertentangan, yang justru memantik kontroversi dan pembelaan yang jauh lebih tajam dan ujung-ujungnya justru mengganggu agenda pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah,” ujar Burhanuddin dilansir dari beritasatu.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
