Terkini.id, Jakarta – Soal wacana penundaan Pemilu 2024, Ekonom senior Faisal Basri menilai indikator rakyat menghendaki Jokowi menjabat Presiden Indonesia tidak jelas.
Hal tersebut disampaikan Faisal Basri lantaran ia merasa tidak terima jika ada pihak yang menyinggung rakyat masih menghendaki jokowi tetap menjabat Presiden.
“Alasan rakyat yang menghendaki, ukurannya apa? Rentan rekayasa tentu kami tahu,” katanya.
Selain dari itu, Faisal Basri bahkan mengatakan bahwa Jokowi selama ini tidak punya prestasi signifikan selama memimpin Indonesia.
Faisal menyebut dari sisi ekonomi, inflasi di Indonesia memang melambat pada era Presiden Jokowi. Namun, pertumbuhan ekonomi justru melambat.
- Tolak Penundaan Pemilu, Sekjen Hasto: Ibu Mega Arahkan PDIP Kokoh pada Jalan Konstitusi
- Komisi III DPR RI Minta MA dan KY Periksa Hakim PN Jakpus: Kalau Perlu Dinonpalukan Dulu
- Soal Polemik Penundaan Pemilu, Pengamat: Ini Taktik yang Dungu
- Sebut Kasus Minyak Goreng Danai Penundaan Pemilu, Masinton: Itu Semua Butuh Biaya
- Ternyata Cak Imin, Zulkifli Hasan dan Airlangga Itu Kerbau Luhut Dalam Operasi Kudeta Konstitusi Penundaan Pemilu, Ini Kata Rizal Ramli
“Makin lama Jokowi berkuasa, makin tercecer ekonomi,” beber Faisal.
Dia mengatakan rasio pajak selama kepemimpinan Jokowi juga terus turun. Dikutip dari Fajarcoid. Kamis, 3 Maret 2022.
Di sisi lain, kata Faisal, tumpukan utang yang makin menggunung dan beban bunga mencekik APBN.
Faisal juga menuturkan bahwa deindustrialisasi terus berlangsung, padahal industri ialah ujung tombak bagi penguatan kelas menengah.
“Oligarki kian mencengkram dan diiringi pelemahan pemberantasan korupsi dan demokrasi meredup,” bebernya.
Sebelumnya, beberapa elite parpol mengusulkan penundaan pemilu 2024. Isu tersebut berawal dari ucapan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin.
Dia memakai sisi ekonomi sebagai alasan, sehingga menunda Pemilu 2024. Sedianya, pesta demokrasi bisa ditunda hingga dua tahun ke depan.
Isu itu kemudian disambut positif Partai Amanat Nasional (PAN).
Melalui berbagai pertimbangan, parpol yang terbentuk pada 1998 itu menyetujui usul menunda pelaksanaan Pemilu 2024.
“Kami memutuskan setuju pemilu diundur,” kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta beberapa hari lalu.
Menurut pria asal Lampung itu, pertumbuhan yang ada saat ini masih berkisar 3 persen sampai 3,5 persen.
“Pun demikian masih banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Usaha-usaha yang berjalan juga belum pulih secara sempurna,” kata dia.
Kemudian, yang membuat pemilu bisa diundur ialah perkembangan situasi global. Konflik antara Rusia-Ukraina dikatakan akan berpengaruh pada situasi global.
Biaya pemilu yang besar dikatakan Zulkifli Hasan sebagai alasan keempat mengapai pemilu perlu diundur.
“Kenaikannya sangat besar,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
