Terkini.id, Jakarta – Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mengatakan bahwasanya kondisi Tanah Air saat ini sangatlah berbahaya.
Ia pun menjelaskannya bahwa apabila hal tersebut ke depannya terus berlanjut, maka yang membayarnya tentu saja adalah generasi masa depan alias anak-cucu kita nantinya.
Jadi, dalam hal apa sekiranya Indonesia sedang dalam bahaya? Menurut penjelasan Gatot, kondisi demokrasi negeri inilah yang kini membuat Tanah Air terancam bahaya.
“Bila demokrasi lenyap, lenyap pulalah Indonesia Merdeka. Kondisi saat ini sangat berbahaya,” ujar Gatot saat memberikan sambutan bedah buku karya Gde Siriana berjudul ‘Keserakahan di Tengah Pandemi’, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Jumat, 10 Desember 2021.
Ia lantas mengutip pernyataan proklamator Mohammad Hatta di era 1960-an bahwa demokrasi menjadi salah satu penentu bertahannya Indonesia Raya.
- Gatot Nurmantyo Nilai Pemerintah Gagal Wujudkan Keadilan Bagi Masyarakat
- Mantan Panglima TNI Sebut Ferdy Sambo Dapat Kembali Jadi Anggota Polri
- Gatot Nurmantyo Buka Suara Soal Kasus Brigadir J: Ada Pertempuran di Internal Polisi
- Ferdy Sambo Bisa Batal Dipecat? Gatot Nurmantyo: Keputusan Kapolri Bisa Diralat
- Ferdy Sambo Bisa Kembali Jadi Polisi, Gatot Nurmantyo: Kurang Ajar!
Lebih lanjut, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu menyambut baik dan mengapresiasi karya tulis Gde Siriana yang menjelaskan kepada publik tentang keresahan atas demokrasi di Tanah Air.
“Yang saya sampaikan tadi, kegagalan demokrasi inilah yang menyebabkan kondisi kita sekarang ini dililit utang yang sangat besar.”
Lebih lanjut, ia lantas menyebut kondisi saat ini yang harus menanggung adalah generasi yang akan datang.
“Tentunya yang bayar bukan saya, tetapi anak-anak dan cucu-cucu kita nantinya. Demokrasi di Tanah Air sedang tidak baik, bahkan cenderung merosot,” tandas Gatot.
Sebagai informasi, dalam kesempatan tersebut turut hadir sejumlah narasumber, antara lain ekonom senior Dr Rizal Ramli, pakar hukum tata negara Refly Harun. Lalu juga ada pengamat politik Rocky Gerung, dosen pasca FISIP UMJ Prof Siti Zuhro, dan anggota DPD RI Tamsil Linrung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
