Wakil Bupati Enrekang, Pembicara Kunci SEA-AFSID STIM LPI dan SEAAM

Terkini.id, Makassar – Dalam Panel Umpungen on Forest and Environment, hari ketiga pelaksanaan SEA-AFSID yang dilaksanakan STIM LPI dan SEAAM, Wakil Bupati Enrekang, Asman, menjadi pembicara kunci, Rabu, 16 September 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Asman mengemukakan potensi wisata dan juga upaya Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam ikhtiar menjaga lingkungan.

Wakil Bupati Enrekang, mengemukakan bahwa Enrekang merupakan daerah yang fokus pada pelestarian lingkungan. Selanjutnya, juga tetap memperhatikan usaha untuk mendorong

Baca Juga: HMJ Pendidikan Matematika UIN Alauddin dan SEAAM Merilis SEARCHMACCA 2021

Sementara itu, Dr. Sudirman, akademisi IAIN Sorong yang juga kelahiran Jolle, Desa Umpungeng, Kabupaten Soppeng, salah satu pembicara dalam panel tersebut mengemukakan bahwa Umpungeng merupakan centre point of Indonesia, ini merupakan percakapan warga dan juga orang tua.

Panel dengan moderator, Abdul Karim, Komite Saintifik SEAAM, sementara ini menempuh Pendidikan doktoral di Universitas Negeri Makassar, mengantar diskusi dengan topik hutan dan lingkungan.

Baca Juga: Panel Rangkaian SEAAFSID STIM LPI dan SEAAM, Bersama Pakar Halal...

Turut bergabung juga dalam panel, Prof. Dr. Abdul Azis, dosen Universitas Negeri Makassar. Mengkaji hutan dan lingkungan dalam perspektif ekonomi.

STIM LPI dan SEAAM melaksanakan SEA-AFSID, sebagai agenda tahunan untuk topik pembangunan berkelanjutan. Pada pelaksanaan 2020 ini, dilaksanakan bersama dengan institusi dan perguruan tinggi yang berada di Makassar.

Ketua STIM LPI, Andi Nuryadin, M.Si., ketika membuka acara SEA-AFSID menyampaikan bahwa saat ini, STIM LPI sementara mengukuhkan kerjasama regional dan juga peningkatan akreditasi kelembagaan dan program studi.

Baca Juga: Diskusi Sains Terbuka SEAAFSID STIM LPI dan SEAAM, Undang Tiga...

“Pelaksanaan SEA-AFSID dalam rangka mendorong ekosistem keilmuan dan juga dinamika akademik,” tutur Andi Nuryadin.

Begitu pula disampaikan Ismail Suardi Wekke, Komite Saintifik SEAAM bahwa sejak 2016, SEAAM dibentuk untuk memberikan peluang bagi kerjasama perguruan tinggi di Asia Tenggara.

“Abad 21 merupakan abad kolaborasi, bukan lagi kompetisi, melainkan daya sanding,” tutup Ismail Suardi Wekke yang juga dosen IAIN Sorong.

Bagikan