Terkini.id – Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif menanggapi polemik logo baru produk halal di Indonesia. Ia menilai pemerintah seharusnya menempuh langkah yang lebih strategis.
Ketimbang membuat logo baru yang malah jadi cibiran. Olehnya itu Muzayyin meminta pemerintah mendorong labelisasi produk haram.
“Menurut saya itu lebih efektif untuk mencegah umat Islam mengkonsumsi yang tidak halal,” ucapnya, Selasa 15 Maret 2022.
Mengapa labelisasi haram perlu, menurut legislator Fraksi PKS Sulsel ini, penduduk Indonesia mayoritas muslim. Produk makanan maupun minuman umumnya halal.
“Kemudian, terlalu banyak dan cenderung sulit memaksakan seluruh produsen pangan mendaftarkan produknya untuk sertifikasi halal. Khususnya bagi pelaku UMKM,” timpal Muzayyin.
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
- Kepala Sekolah Disuruh Tandatangan Surat Pengunduran Diri, Komisi E DPRD Sulsel Minta Dihentikan
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
- Sulsel Raih WTP, BPK Temukan Persoalan Keuangan Serta Soroti Utang Beban dan Dana Bagi Hasil Rp705 Miliar
Bendahara Umum DPW PKS Sulsel itu juga merasa merebaknya pemasaran produk pangan melalui online, yang kontennya tidak jelas kehalalannya, bisa jadi problem.
“Potensi terbesar kita terkait produk non halal itu dari produk impor,” tambah Muzayyin.
Wacana Indonesia membutuhkan label haram pada produk makanan juga sempat mengemuka satu dekade yang lalu. Salah satu tokoh yang mengusulkan adalah Emha Ainun Najib,
Budayawan tersebut berpendapat, Indonesia justru lebih butuh label haram.
“Sedangkan, Amerika butuh label halal karena muslim minoritas di sana,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
