WALHI Sulsel Tagih Tanggung Jawab PT Vale Ihwal Kerusakan Hutan dan Pemiskinan Masyarakat Adat

Terkini.id, Makassar – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Daerah Sulawesi Selatan menagih tanggung jawab PT Vale Indonesia terhadap kerusakan hutan, danau, dan ancaman hilangnya biodiversity endemik. 

WALHI juga memperingatkan soal pemiskinan masyarakat adat, terkhusus hak-hak perempuan dan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Lebih dari 50 tahun PT Vale Indonesia beroperasi dan menjalankan bisnis tambang serta mengeksploitasi kandungan nikel Indonesia di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: TPA Antang Belum Tertangani Baik, Mulai dari Potensi Kebakaran hingga...

Perusahaan asing yang memiliki konsesi tambang seluas 70 ribu hektar lebih ini juga telah memiliki pembangkit tenaga listrik yang dibangun dengan membendung sungai yang mengalir dari Danau Matano ke pesisir Malili. 

“Keuntungan dan aset PT Vale selama mengekstraksi nikel Luwu Timur terus bertambah dan semakin besar,” kata Direktur Eksekutif WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin, Kamis, 15 Juli 2021.

Baca Juga: Salah Satu BUMN Serobot Lahan Warga, WALHI Sulsel: Tidak Layak...

Hasil diskusi WALHI Sulsel pada akhir Mei 2021 bersama 9 komunitas masyarakat adat di Kecamatan Nuha dan Towuti memperlihatkan kehidupan masyarakat adat tidak mengalami peningkatan taraf hidup yang lebih sejahtera sejak keberadaan PT Vale Indonesia di Luwu Timur. 

Amin menuturkan masyarakat adat memang pernah dipekerjakan oleh Manejemen PT Vale Indonesia. Namun mereka terintimidasi dan tidak nyaman bekerja di perusahaan karena mereka tidak bebas menyampaikan pendapat dan keluarga mereka juga tidak dapat memperjuangkan pengembalian tanah ulayat masyarakat adat yang selama ini mereka tuntut. 

Selain itu, masyarakat adat yang bekerja di PT Vale Indonesia bukan berstatus pekerja tetap, melainkan pekerja kontrak dan kebanyakan dari mereka telah diberhentikan atau dipecat dari perusahaan. 

Baca Juga: Salah Satu BUMN Serobot Lahan Warga, WALHI Sulsel: Tidak Layak...

“Pada aspek lingkungan hidup, sejak PT Vale Indonesia menambang nikel dan mengeksploitasi hutan di Luwu Timur di tahun 70-an, bentang alam hutan dan danau di Luwu Timur telah berubah drastis,” kata Amin.

1 2 3 4
Selanjutnya
Bagikan