Kerusakan Lingkungan
Pembukaan hutan yang tidak dibarengi dengan reklamasi lubang tambang dan penghijauan kembali membuat bentang alam pegunungan Luwu Timur berubah, berlubang dan mengakibatkan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan, di daerah Malili, Wasuponda, Nuha dan Towuti.
Kemudian, dampak aktivitas tambang PT Vale juga telah membuat perubahan fisik pada salah satu danau di Luwu Timur, yakni Danau Mahalona.
Berdasarkan hasil investigasi WALHI Sulawesi Selatan bersama masyarakat Desa Tole, bentuk dan luas Danau Mahalona saat ini telah mengalami perubahan atau mengalami penyempitan.
Penyebabnya yakni lumpur atau sedimentasi bekas tambang di area konsesi PT Vale yang masuk, mencemari dan mengendap di Danau Mahalona.
- WALHI Sulsel Dirikan Posko Aduan untuk Hentikan Kejahatan Lingkungan
- Tolak Tambang Emas di Rampi, Walhi Minta Bebaskan 17 Masyarakat Adat
- WALHI Beri Kritik Tajam atas Proyek Sampah Pemkot Makassar
- Bencana Ekologis dan Ketimpangan Air: Catatan Suram WALHI Sulsel untuk 2024
- WALHI Soroti Debat Perdana Pilgub Sulsel: Lingkungan Hidup Hanya Sebatas Janji?
Dampak lain, belasan tumbuhan dan hewan endemik Danau Mahalona mati dan terancam hilang dari habitatnya.
“Berdasarkan fakta ini juga, kami pun menilai bahwa penghargaan yang diterima PT Vale Indonesia tidak berangkat dari kondisi ril di lapangan,” ucap Amin.
Amin menyebut perubahan yang terjadi di Danau Mahalona dinilai juga terjadi pada dua danau lainnya yakni Danau Matano dan Danau Towuti.
Penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan di area hutan yang masuk dalam konsesi tambang PT Vale ikut berkontribusi pada menurunnya debit air Danau Matano.
Saat ini air Danau Matano masih cenderung normal karena PT Vale Indonesia telah membendung aliran air dari Danau Matano ke Danau Mahalona.
“Jadi secara kasat mata, debit air di Danau Matano masih dianggap normal. Namun kalau bendungan itu tidak ada, maka penurunan debit air akan terlihat jelas di Danau Matano,” ungkapnya.
Hal Itu menunjukan bahwa PT Vale Indonesia abai terhadap pemulihan lingkungan di area bekas tambang.
“Kami menilai bahwa PT Vale Indonesia selama menjalankan bisnis dan aktivitas tambang nikel di Luwu Timur hanya berorientasi pada bisnis dan peningkatan profit perusahaan saja,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
