Wali Kota Bontang Sumbangkan 6 Bulan Gaji untuk Penanganan Corona

Walikota Bontang, Neni Moernaini .(tribunnewscom)
Walikota Bontang, Neni Moernaini .(tribunnewscom)

Terkini.id, Jakarta – Walikota Bontang, Neni Moernaini berinisiatif menyumbangkan semua gajinya selama 6 bulan untuk membeli segala kebutuhan masyarakat yang terdampak Corona.

Hal itu dia lakukan sebagai inisiatif awal untuk memerangi Corona di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).

Neni mengungkapkan, rencananya donasi gaji itu akan dibagi menjadi dua yakni untuk tim gugus tugas dan masyarakat terdampak. Menurutnya, untuk masyarakat yang terdampak, dia akan membagikan sembako dan vitamin.

“Sebagian disumbangkan ke tim gugus tugas, ada juga untuk warga yang terdampak dengan wabah ini,” kata Neni.

Dia menyebut bantuan tersebut akan disalurkan melalui organisasi atau lembaga penyalur yang memiliki data warga terdampak. Dia mengajak kepada masyarakat yang mampu dan tidak terdampak juga bisa turut membantu.

Baca juga:

“Jarak fisik boleh kita jaga, namun jarak persaudaraan dan kekeluargaan harus tetap dekat. Bagi yang mampu untuk berbagi, tumbuhkan jiwa kesetiakawanan sosial,” sebutnya dikutip dari detikcom.

Diketahui, di Kota Bontang, terdapat satu pasien positif Corona. Pemerintah Kota Bontang melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus tersebut mulai dari penyemprotan massal desinfektan di semua fasilitas umum, rumah ibadah, sekolah, hingga jalan protokol dan jalan RT. Selain itu, seluruh OPD juga melakukan disinfeksi secara mandiri di kantor masing-masing.

Komentar

Rekomendasi

Pria Ini Diramalkan Tawaf Sendirian di Kabah 20 Tahun Lalu, Kini Jadi Kenyataan

Pesan Imam Besar Istiqlal untuk Jemaah Jika Masjid Dibuka saat New Normal

Heboh Arah Kiblat Masjid Mengarah ke Utara, Diduga Ajaran Sesat

Sudah Disekolahkan Hingga Jadi Dokter, dr A Malah Putuskan Hubungan dengan Orang Tua

Warga Protes Perwali Makassar Soal Sekolah: Anak Kami Bukan Kelinci Percobaan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar