Terkini.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto akan melakukan pencegahan monopoli harga dan barang di kalangan pelaku usaha.
Hal itu diungkapkan saat Ketua Komisi Pengawasan Pelaku Usaha (KPPU) wilayah VI, Hilman Pujana bertandang ke Amirullah, Selasa 15 Juni 2021.
Menurut Danny, solusinya sudah disiapkan. Pihaknya akan membentuk sistem mart berjalan yang dinamakan “Tettere”. Sistem ini nantinya akan memakai sepeda listrik.
“Saya juga ada mau bikin Tettere. Tettere itu toko elektronik apa gitu saya lupa. Jadi, saya bikin mart berjalan. Pagandeng, tapi saya pakai sistem sepeda listrik. Jadi, dia dari rumah ke rumah. Dari lorong ke lorong. Karena saya lihat ada terjadi monopoli di pasar,” urainya.
Rencananya, kata Danny akan membentuk Tettere sebanyak 1.000 unit sepeda listrik.
- Wali Kota Makassar Lepas Peserta dan Ramaikan Kategori 10K Makassar SMAnSA Run 2026
- Pemkot Makassar-KPK Rakor Pastikan Proyek Strategis 2026 Berjalan dan Rampung
- Diskominfo Makassar Edukasi Pelajar Pulau Bonetambo, Perkuat Literasi Digital dan Pemahaman PP TUNAS
- FLS3N Nasional 2026: Enam Wakil Harumkan Makassar di Nasional, Pemkot Siapkan Beasiswa Prestasi
- Makassar Jadi Tuan Rumah Rakernas GWS 2026, Aliyah Mustika Ilham Dorong Sinergi Organisasi Perempuan dan UMKM
“Sekalian go green. Nanti pasokan sayurnya kita hadang memang di perbatasan, atau langsung dari sumbernya,” sebut Danny.
Namun, Danny juga menegaskan idenya ini tidak akan mematikan pasar-pasar ritel yang sudah ada seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi. Tetapi, Danny tetap akan mengevaluasi dan mengecek izin-izin dari supermarket tersebut.
Sementara itu, Ketua KPPU Wilayah VI, Hilman mengapresiasi rencana Danny Pomanto. Katanya, pihaknya tidak keberatan. Malah ia akan mensupport.
“Pada dasarnya kami tidak berkeberatan, cuman tinggal nanti teknisnya seperti apa. Kalau di kami intinya adalah apakah ada pembatasan atau tidak terhadap pelaku usaha yang lain,”bebernya.
“Kan tentunya ini ada intervensi Pemerintahan. Kalau kita bicara pasar kan ‘seberapa sih ini market yang diintervensi oleh pemerintah?’. Kalau misal penjualan beras di lorong-lorong itu, mereka jadi penjual, target market mereka siapa, masyarakat di lorong itu juga,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
