Terkini, Makassar – Musim hujan kembali membawa genangan di sejumlah wilayah di Makassar. Warga di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala mengeluhkan banjir yang semakin parah meski pemerintah kota telah menganggarkan Rp72 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan drainase tahun ini.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar mengklaim proyek perbaikan drainase yang mencakup 146 paket di 97 lokasi serta pembangunan baru di 38 titik akan mengurangi dampak banjir.
Namun, bagi warga, janji perbaikan ini tak segera menjawab keluhan mereka.
Banjir Semakin Parah
Rismawati, warga Kelurahan Paccerakkang, Biringkanaya, mengungkapkan bahwa air mulai menggenangi rumahnya sejak dini hari saat hujan deras turun.
- Ketua BK DPRD Jeneponto Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Jeneponto, Terlapor Membantah
- DPRD Sulsel Setujui MYP Tahap Dua Rp5 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas
- Bupati Jeneponto Buka Kegiatan PKM Berbasis Roadmap PPG UIN Alauddin Makassar
- Dinkes Jeneponto Gelar Aksi Bergizi di MTsN 1 Jeneponto, Libatkan Ratusan Siswa
- Akhir Agustus 2026 Makin Dekat, Promo Honda Merdeka Asmo Sulsel Segera Berakhir
“Dulu banjirnya cuma di jalan, sekarang sudah masuk rumah. Setiap hujan deras, kami harus siap-siap evakuasi barang,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Akbar, warga Tamalanrea. Ia mempertanyakan efektivitas proyek drainase yang terus dianggarkan tiap tahun.
“Selalu ada proyek perbaikan, tapi kenapa banjir masih terjadi? Apakah pengerjaannya benar-benar sesuai atau hanya formalitas?” katanya.
Proyek DrDrainas vs Fakta di Lapangan
Sebelumnya, Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar, Luqmanul Hakim, menyebut bahwa proyek rehabilitasi tahun ini menargetkan wilayah rawan banjir berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) serta reses anggota DPRD.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
