Terkini, Makassar – Musim hujan kembali membawa genangan di sejumlah wilayah di Makassar. Warga di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala mengeluhkan banjir yang semakin parah meski pemerintah kota telah menganggarkan Rp72 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan drainase tahun ini.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar mengklaim proyek perbaikan drainase yang mencakup 146 paket di 97 lokasi serta pembangunan baru di 38 titik akan mengurangi dampak banjir.
Namun, bagi warga, janji perbaikan ini tak segera menjawab keluhan mereka.
Banjir Semakin Parah
Rismawati, warga Kelurahan Paccerakkang, Biringkanaya, mengungkapkan bahwa air mulai menggenangi rumahnya sejak dini hari saat hujan deras turun.
- Syariah First Jadi Strategi Bank Sulselbar, Raih Excellence in Sharia Regional Banking Growth
- Bank Sulselbar Raih Prominent Awards 2026, Perkuat Perbankan Syariah Regional
- Dari Ruang Kelas ke Dunia Kerja, Astra Motor School Siapkan Siswa SMK Menjawab Kebutuhan Industri
- Bina 98 SMK di 4 Wilayah, Asmo Sulsel Kembangkan Astra Motor School
- SMAN 21 Bandung Juara Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java
“Dulu banjirnya cuma di jalan, sekarang sudah masuk rumah. Setiap hujan deras, kami harus siap-siap evakuasi barang,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Akbar, warga Tamalanrea. Ia mempertanyakan efektivitas proyek drainase yang terus dianggarkan tiap tahun.
“Selalu ada proyek perbaikan, tapi kenapa banjir masih terjadi? Apakah pengerjaannya benar-benar sesuai atau hanya formalitas?” katanya.
Proyek DrDrainas vs Fakta di Lapangan
Sebelumnya, Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar, Luqmanul Hakim, menyebut bahwa proyek rehabilitasi tahun ini menargetkan wilayah rawan banjir berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) serta reses anggota DPRD.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
