Terkini.id, Makassar – Lemahnya komunikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar mengakibatkan lambannya penanganan warga yang telah melarikan diri karena reaktif rapid test.
Koordinator Tim Tindak Pengendalian Covid-19, Irwan menyebut ada pemilik usaha Warung Sarabba di Jalan Sungai Cerekang yang melarikan diri setelah mengetahui hasil rapit tesnya reaktif.
“Itu operasi yang tadi malam di Sungai Cerekang, kami sudah menindak dan menjaring 33 orang, 9 reaktif,” kata Irwan di Posko Gugus Covid-19, Jumat, 17 Juli 2020.
Irwan mengatakan pemeriksaan terhadap 33 orang tersebut terdiri dari pedagang dan pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Irwan mengatakan telah melaporkan hal tersebut ke tim gugus, namun hingga saat ini belum ada langkah taktis.
- HUT Ke-23 Tahun Luwu Timur, Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
- Mubes IKA Unhas Diwarnai Kegaduhan, Utusan IKAFE Sempat Walk Out
- SPMB 2026 Makassar Resmi Diluncurkan, Pendaftaran Kini Terintegrasi Aplikasi LONTARA+
- Dari Perut Bumi Arpal, Sumur Bor TMMD ke-128 Hadirkan Air Bersih, Wujud Investasi Harapan Masyarakat
- Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Antarkan Makassar Jadi Kota Toleran
“Saya evaluasi dari tadi, tapi belum ada langkah. Saya minta dia isolasi diri,” kata dia.
Irwan menyebut, seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk melakukan pemantauan terhadap pedagang yang melarikan diri tersebut.
Ia mengatakan, telah mengantongi alamat pelaku yang melarikan diri tersebut.
“Kita sudah mengantongi alamatnya, ini sisa realisasinya, kami hanya bekerja di lapangan dan telah menyampaikan kepada gugus tugas,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
