Warga Shanghai Rayakan Aturan Pencabutan Lockdown, Petugas Keamanan Berteriak : Pulanglah ke Rumah, Minta Warga Hindari COVID-19

Warga Shanghai Rayakan Aturan Pencabutan Lockdown, Petugas Keamanan Berteriak : Pulanglah ke Rumah, Minta Warga Hindari COVID-19

R
Ardino
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Shanghai mulai kembali normal ketika pemerintah mencabut aturan lockdown seluruh kota. Kota terbesar di China tersebut merayakan pada Rabu, 1 Juni 2022 dengan ledakan kebebasan yang telah lama ditunggu.

Gedung-gedung pencakar langit menyala, jalan dipenuhi oleh kendaraan, dan orang-orang minum dan menari di jalanan saat kembang api meledak di atas kepala. 

Seorang fotografer Henry Shi yang berusia 30 tahun keluar dari kompleks perumahannya pada selasa 31 Mei 2022 sore, hal pertama yang mengejutkan adalah kebisingan sekitar kota.

“Kota (sebelumnya) menjadi sangat sunyi karena semua orang tinggal di rumah,” kata Henry Shi dikutip dari CNN.

“Sekarang, suara-suara itu kembali, dan mobil yang menderu di jalanandan orang-orang yang sibuk, rasanya seperti saya terbangun dari tidur panjang,” lanjutnya.

Baca Juga

Pada Rabu 1 Juni 2022 pagi, sebagian besar 25 juta penduduk kota telah bebas meninggalkan kompleks perumahannya, toko-toko dan gedung perkantoran dapat dibuka kembali untuk bisa melanjutkan aktivatas yang telah tertunda beberapa bulan lalu.

Tetapi sebagian warga masih ada rasa pahit, kesedihan, dan kemarahan yang tersisa setelah mengalami penderitaan rasa sakit karena aturan kebijakan nol-Covid yang diberikan pemerintah sangat ketat.

“Drama konyol telah berakhir dan tidak ada maju untuk menjelaskan, tidak ada yang meminta maaf atas kehidupan yang dihina, dilukai, dan hilang dan tidak ada yang dimintai pertanggungjawaban,” tulis seorang warga shanghai dalam unggahan yang dibagikan secara luas di Wechat.

“Udang karang kembali, bir kembali, tetapi rasa aman hilang,” kata unggahan itu, yang kemudian disensor.

Pemerintah China telah mengangkat Wuhan sebagai kisah sukses dalam penanganan Pandemi, dengan media pemerintah merayakan Lockdownnya sebagai kemenangan ‘heroik’ atas virus tersebut.

“Situasi di Shanghai berbeda dari Wuhan karena (kami) tidak pernah mengumumkan ‘lockdown’ jadi tidak ada ‘pencabutan penguncian’ untuk dibicarakan,” kata pemberitahuan tersebut.

“Manajemen statis seluruh area Shanghai hanya menekan tombol jeda, di mana fungsi inti kota masih berjalan.”

Pada Rabu 1 Juni 2022,  media pemerintah menghindari semua penyebutan kata lockdown.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.