Warganet Desak Polri ‘Tak Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas’ Perihal Kerumunan di NTT

Warganet Desak Polri ‘Tak Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas’ Perihal Kerumunan di NTT

EP
Sukma A
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kerumunan massa di NTT terjadi dalam rangka menyambut Jokowi oleh warga Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur saat kunjungannya pada Selasa, 23 Februari 2021.

Hal ini terlihat dari video yang beredar di media sosial, Jokowi dalam mobil sunroof, muncul dengan kemeja putih dan menggunakan masker.

Jokowi terlihat melambaikan tangannya kepada masyarakat yang menyambutnya dengan antusias.

Video ini pun menjadi sorotan bagi warganet karena dianggap hal ini merupakan pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang ada.

Mengingat masa pandemi Covid-19, untuk mencegah penyebaran virus, pemerintah mengimbau masyarakat agar menghindari kerumunan.

Baca Juga

Oleh karena itu warganet anggap perihal kerumunan di NTT ini kontradiksi dengan imbauan pemerintah itu sendiri.

Tak hanya itu, warganet juga ramai membandingkan kasus ini dengan kasus Habib Rizieq Shihab yang ditangkap akibat diduga menciptakan kerumunan di Petamburan.

Di platform Twitter, tak sedikit dari warganet yang mendesak Polri untuk mengusut kasus ini. Banyak yang meminta untuk berlaku adil perihal ini.

Seperti akun @putragaruda27 yang mengutip pemberitaan mengenai kerumunan di NTT.

Pemilik akun ini menuliskan “Jika keadilan sudah tidak ada maka suatu negara akan hancur, begitukan om @mohmahfudmd? Ayo Kapolri baru buktikan hukum tidak tajam ke bawah tumpul ke atas, usut @jokowi terkait kerumunan @DivHumas_Polri” tulis akun dengan tampilan nama Kepak Sayap Garuda ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.