Terkini.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Webinar bertemakan “Strategi Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid 19″, Senin 1 Februari 2021.
Webinar ini menghadirkan narasumber yaitu Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel Ridwan Andi Wittiri dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni.
Serta diikuti sebanyak 5 ribu peserta yang terdiri dari kader dan simpatisan PDIP se-Sulsel.
Pada kesempatan itu, Hasto Kristiyanto mengatakan, pademi Covid-19 ini tidak hanya menyerang dari segi kesehatan saja, namun juga berdampak pada perekonomian.
Untuk mengatasi hal tersebut, sektor pertanian dan pangan menjadi solusi mengatasi dampak pandemi Covid-19 khususnya di sektor pangan, maka perlu membangun roadmap bagi terwujudnya kedaulatan pangan.
- Jejak H Paris Yasir, Pemimpin yang Meruntuhkan Sekat, Berjalan Langkah Sejajar Bersama Rakyat Turatea
- Ramadhipa Siap Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Junior World Championship 2026
- Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
- UMI Masuk Tiga Besar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, Prof Hambali: Buah Ketulusan Sivitas Akademika
- Daftar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, UNM Peringkat Kedua
Di dalam membangun kedaulatan pangan ini, kata Hasto, harus dimulai dengan kebijakan politik pangan yang benar.
“Di dalam membangun kedaulatan pangan, itu harus dimulai dengan politik pangan yang benar, politik pangan yang mengabdi bertujuan dalam bernegara, politik pangan yang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, politik pangan yang untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia agar kita tak perlu impor lagi maupun politik pangan sebagai benteng kedaulatan ekonomi,” papar Hasto.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengatakan, tekanan pandemi Covid-19 memang mempengaruhi segala sektor.
Bahkan di awal-awal ekonomi sempat terpuruk. Namun Sulsel bisa bangkit perekonomiannya, terutama di sektor pertanian dan pangan. Hal ini menandakan sektor pangan menjadi kekuatan ekonomi di Sulsel.
“Alhamdulillah di kuartal III perekonomian Sulawesi Selatan bisa tumbuh positif bahkan diatas rata-rata nasional itu mencapai 8,18 persen. Ini mengindikasi bahwa sektor pertanian, ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan utama yang menjadi kekuatan ekonomi Sulawesi Selatan,” ungkap Nurdin.
Karena itu, dalam membuat kebijakan pangan di Sulsel, lanjut Profesor di bidang pertanian ini, pihaknya selain memperhatikan apa yang menjadi komoditi ekspor, juga ingin mengembalikan kejayaan komoditi unggulan.
“Mengembalikan kejayaan beberapa komoditi unggulan yang menjadi ikon Sulawesi Selatan seperti udang windu, jeruk keprok, kakao,” ungkap Nurdin.
Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengungkapkan, kegiatan webinar ini dilaksanakan untuk menarik minat masyarakat untuk terlibat dalam program ketahanan pangan.
“Kalau masyarakat dan para ahli pertanian sudah turun tangan, saya kira ketahanan pangan kita, baik di tingkat nasional maupun di daerah dapat kita jaga,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
