80 Persen Anak Mengalami Gizi Buruk, Karena Bayi Tidak Mendapatkan ASI

80 Persen Anak Mengalami Gizi Buruk, Karena Bayi Tidak Mendapatkan ASI

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id — Legislator DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG) menyebut bahwa 80 persen anak mengalami gizi buruk, karena tidak memperoleh Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.

Itu sebabnya pemerintah terus mendorong memberikan bayi mendapatkan hak ASI eksklusif sampai berumur enam bulan. 

Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama DPRD Sulsel terus mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) no 6 tahun 2010, tentang hak eksklusif bayi. 

“ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai enam bulan dan dilanjutkan sampai anak berumur dua tahun dengan diberikan makanan pendamping ASI secara baik dan benar,” ujar RPG di hadapan 150 perserta pada sosialisasi Perda hak eksklusif bayi, di rumah makan Istana laut, Jalan Datumuseng, Jumat 31 Januari 2020.

Sekretaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel ini menambahkan, memberikan ASI kepada bayi hingga berumur enam bulan harus dilakukan, karena ASI mengandung zat-zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak yang sehat.

Baca Juga

“Kita berharap melalui Perda ini kita haris yakinkan ibu hamil untuk nanti pada saat melahirkan menyusui bayinya minimal 6 bulan dengan ASI eksklusif,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.