Wim Poli: Kisah Cinta Tujuh Dekade

PERANG Dunia II mengantarkan Robins, prajurit AS berumur 24 tahun ke kota Briey, di Perancis Utara.

Di sana ia berjumpa dengan seorang gadis Perancis, Jeaninne Ganaye, berumur 18 tahun.

Keduanya saling jatuh cinta sejuta rasa. Tetapi, nasib baik belum berpihak kepada mereka.

Panggilan tugas menyebabkan sang Romeo harus berpisah dari sang Juliet. Robins dipindahkan tugasnya ke Front Timur.

Hati Jeanine pecah ketika mengantarkan Robins ke sebuah truk, yang mengangkutnya ke masa depan dengan harapan yang tidak menentu.

Sementara berpisah, Jeaninne mulai mempelajari bahasa Inggris, sebagai persiapan untuk memuluskan perjumpaan mereka setelah perang usai.
Perang memang usai, tetapi Robins tidak kembali ke Perancis. Ia kembali ke AS dan melanjutkan hidupnya sebagai warga sipil. Nasib mempertemukannya dengan Lilian, yang menjadi istrinya selama 70 tahun. Lilian meninggal pada tahun 2015 pada usia 92 tahun.

Di seberang sana, di Perancis, Jeaninne menikah pada tahun 1949, dari pernikahan mana ia dikaruniakan lima orang anak. Ia sudah menjanda.

Walaupun sudah menikah dengan perempuan lain, Robins tidak pernah melupakan Jeaninne.

Kenangannya dipertahankan dengan sebuah foto hitam-putih keduanya dari tahun 1944. Foto ini ternyata berjasa mempertemukan keduanya kembali, setelah tujuh dekade, lewat jasa sejumlah wartawan Perancis.

Para wartawan ini menemui Robins, sebagai veteran PD II, di AS, untuk mempersiapkan sebuah laporan yang berkenaan dengan perayaan 2019 tentang pendudukan Normandy oleh pasukan sekutu.

Robins memperlihatkan fotonya bersama Jeaninne dari tahun 1944. Sekembali ke Perancis para wartawan itu dapat menemukan kembali Jeaninne di kota Moselle, sekitar 75 mil dari tempat di mana keduanya berjumpa untuk pertama kalinya.

Sebagai veteran PD II, Robins kembali ke Perancis untuk upacara pringatan pendudukan Normandy pada 6 Juni 1944.

Siapa sangka, ia dipertemukan kembali dengan Jeaninne. Kisah cinta tujuh dekade yang lalu dihidupkan kembali dengan tatapan mata penuh rindu, rangkulan dan ciuman hangat.

Setelah berjumpa selama dua jam, Robins harus berangkat ke upacara perayaan 75 tahun pendudukan Normandy. Keduanya berpisah lagi, tetapi berjanji akan berjumpa pula.

Komentar

Rekomendasi

Belajar Berhitung

Pandemi yang Membuka Banyak Bobrok

Menyikapi Corona dan Hoax Melalui Intervensi Sosial

Corona oh Corona!

Mengharukan: Sepenggal Kisah Guru Pesantren di Tengah Covid-19

Dokter Tuhan

Opini: Jokowi Mendengar Saran Oposisi

SOP Salat Jumat Masjid ‘Jarang’

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar