Dialog Serigala dan Anak Domba

SEPANJANG sejarah selalu terberita hubungan antara penguasa dan mereka yang dikuasainya, yang memprihatinkan.

Gejala ini terlihat oleh Aesop, pendongeng ulung dari Yunani. Ia memberikan kritiknya lewat sebuah dongeng.

Pada suatu ketika, seekor serigala mondar-mandir di sebuah mata air di puncak sebuah bukit. Ia sedang kelaparan.

Matanya tiba-tiba menangkap hadirnya seekor anak domba di tempat yang lebih rendah ke mana air mengalir.

Itulah kesempatan baginya untuk mengisi perutnya yang sedang kosong. Tetapi, ia tidak mau tampak tidak adil di mata korbannya. Perlu ada alasan yang membenarkan tindakannya. Terjadilah dialog berikut.

• Serigala: Mengapa kamu mengeruhkan air yang hendak kuminum?

• Anak domba: Bagaimana mungkin saya mengeruhkannya? Air ini mengalir dari arahmu berada.

• Serigala: Saya mengenalimu. Kamu yang mengejekku setahun lalu di tempat ini dengan berbagai ujaran kebencian.

• Anak domba: Mana mungkin? Setahun yang lalu saya belum lahir.

• Serigala: Peduli amat. Kalau bukan kamu, pasti bapakmu. Kalau bukan bapakmu, pasti kakekmu.

(Diangkat kembali dari W.I.M. Poli, “100 Petuah dari Yunani; Bercakap dengan Dunia Realis Aesop;” 2018: 114-115).

Renungan: Tidak sukar mencari alasan oleh pihak yang kuat untuk membenarkan tindakannya terhadap pihak yang lemah

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Teka-teki Skenario Akhir Demo di Hong Kong

TEKA-teki skenario akhir demo di Hongkong terjawab. Minggu malam lalu.Malam itu kelompok radikal kembali ke markas mereka: di The Hong Kong Polytechnic University. Jumlahnya
Opini

Mengapa Ahok Perlu Memimpin Pertamina?

TADINYA, sistem pengelolaan Migas di Indonesia menerapkan skema bagi hasil atau Production Sharing Cost (PSC) cost recovery.Namun sekarang sudah diganti dengan skema Gross Split.
Opini

Hong Kong Sedang Merusak Dirinya Sendiri

MULANYA adalah kriminal biasa. Chan Tong-Kai, remaja Hongkong usia 20 tahunan menikmati liburan bersama kekasihnya Poon Hiu-wing di Taiwan, Fabruari 2018.Tapi tampaknya pasangan itu
Opini

Pengusaha Terseret

ACARANYA makan siang. Dengan delapan pengusaha besar di Jakarta. Hanya makan siang. Masakan Italia. Di Shangri-La Hotel.Saya memanfaatkannya untuk survei kecil-kecilan. Saya tanya mereka
Opini

Bangga Claudia

WARTAWAN Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend."Tutup
Opini

Produksi Garam Jeneponto Semakin Merosot

GARAM merupakan bumbu masak yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga. Tidak lengkap rasanya jika suatu masakan tidak ditambahkan garam. Berbicara mengenai garam,
Opini

Putusan Ayodhya

Satu masjid.Ribuan orang tewas.Entah masih akan berapa ribu lagi.Tergantung apa yang akan terjadi berikutnya. Setelah ada putusan mahkamah agung Sabtu kemarin.Ini bukan sembarang masjid:
Opini

Ibu Kota Sepaku

SAYA ke ibu kota Indonesia. Sabtu kemarin. Setelah acara wisuda di Universitas Mulia Balikpapan.Ke sebelah mananya?Ke pinggirnya.Belum bisa ke tengahnya? Belum ada jalan ke
Opini

Ikut Ribut Tentang Cadar dan Cingkrang

WACANA melarang ASN memakai celana cingkrang dan cadar, menjadi bola panas. Sepekan sudah masalah ini jadi polemik. Berkepanjangan, digoreng sana-sini, dikomentari ragam kalangan.Padahal, aturan