Seni Perang Sun Tzu

UMUM menerima Sun Tzu sebagai jenderal besar, ahli strategi militer, dan ahli filsafat. Ia dipandang sebagai penulis buku klasik “The Art of War” yang banyak dikaji, di Timur dan di Barat.

Ia antara lain mengatakan: “Jika Anda tahu musuh Anda dan diri sendiri, Anda tidak terkalahkan dalam seratus pertempuran.

Jika Anda tidak tahu musuh Anda tetapi tahu tentang diri sendiri, Anda mungkin menang, mungkin juga kalah dalam sesuatu pertempuran.

Jika Anda tidak tahu musuh Anda dan diri Anda sendiri, Anda akan kalah dalam setiap pertempuran.”

Tahu diri sendiri dan musuh bukan sekedar tahu apa yang dikatakan, melainkan terutama apa yang dipilih pada saat genting.

Ketika itulah terungkap nilai apa yang dijadikan dasar pengambilan keputusan dan kesiapan orang untuk “membayar” akibat pilihannya.

Setiap perang tentu banyak korbannya. Sehubungan dengan itu ia antara lain mengatakan: “Seni perang yang tertinggi ialah mengalahkan musuh tanpa pertempuran.” Dan: “Kadang-kadang orang perlu kalah dalam pertempuan kecil untuk memenangkan perang besar.”

Renungan: Tampaknya ajaran Sun Tzu relevan untuk diterapkan, bukan hanya di bidang militer, melainkan juga di bidang manajemen perbedaan pendapat dan kepentingan di dalam masyarakat, pada skala besar maupun kecil.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Teka-teki Skenario Akhir Demo di Hong Kong

TEKA-teki skenario akhir demo di Hongkong terjawab. Minggu malam lalu.Malam itu kelompok radikal kembali ke markas mereka: di The Hong Kong Polytechnic University. Jumlahnya
Opini

Mengapa Ahok Perlu Memimpin Pertamina?

TADINYA, sistem pengelolaan Migas di Indonesia menerapkan skema bagi hasil atau Production Sharing Cost (PSC) cost recovery.Namun sekarang sudah diganti dengan skema Gross Split.
Opini

Hong Kong Sedang Merusak Dirinya Sendiri

MULANYA adalah kriminal biasa. Chan Tong-Kai, remaja Hongkong usia 20 tahunan menikmati liburan bersama kekasihnya Poon Hiu-wing di Taiwan, Fabruari 2018.Tapi tampaknya pasangan itu
Opini

Pengusaha Terseret

ACARANYA makan siang. Dengan delapan pengusaha besar di Jakarta. Hanya makan siang. Masakan Italia. Di Shangri-La Hotel.Saya memanfaatkannya untuk survei kecil-kecilan. Saya tanya mereka
Opini

Bangga Claudia

WARTAWAN Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend."Tutup
Opini

Produksi Garam Jeneponto Semakin Merosot

GARAM merupakan bumbu masak yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga. Tidak lengkap rasanya jika suatu masakan tidak ditambahkan garam. Berbicara mengenai garam,
Opini

Putusan Ayodhya

Satu masjid.Ribuan orang tewas.Entah masih akan berapa ribu lagi.Tergantung apa yang akan terjadi berikutnya. Setelah ada putusan mahkamah agung Sabtu kemarin.Ini bukan sembarang masjid:
Opini

Ibu Kota Sepaku

SAYA ke ibu kota Indonesia. Sabtu kemarin. Setelah acara wisuda di Universitas Mulia Balikpapan.Ke sebelah mananya?Ke pinggirnya.Belum bisa ke tengahnya? Belum ada jalan ke
Opini

Ikut Ribut Tentang Cadar dan Cingkrang

WACANA melarang ASN memakai celana cingkrang dan cadar, menjadi bola panas. Sepekan sudah masalah ini jadi polemik. Berkepanjangan, digoreng sana-sini, dikomentari ragam kalangan.Padahal, aturan