Seni Perang Sun Tzu

UMUM menerima Sun Tzu sebagai jenderal besar, ahli strategi militer, dan ahli filsafat. Ia dipandang sebagai penulis buku klasik “The Art of War” yang banyak dikaji, di Timur dan di Barat.

Ia antara lain mengatakan: “Jika Anda tahu musuh Anda dan diri sendiri, Anda tidak terkalahkan dalam seratus pertempuran.

Jika Anda tidak tahu musuh Anda tetapi tahu tentang diri sendiri, Anda mungkin menang, mungkin juga kalah dalam sesuatu pertempuran.

Jika Anda tidak tahu musuh Anda dan diri Anda sendiri, Anda akan kalah dalam setiap pertempuran.”

Tahu diri sendiri dan musuh bukan sekedar tahu apa yang dikatakan, melainkan terutama apa yang dipilih pada saat genting.

Ketika itulah terungkap nilai apa yang dijadikan dasar pengambilan keputusan dan kesiapan orang untuk “membayar” akibat pilihannya.

Setiap perang tentu banyak korbannya. Sehubungan dengan itu ia antara lain mengatakan: “Seni perang yang tertinggi ialah mengalahkan musuh tanpa pertempuran.” Dan: “Kadang-kadang orang perlu kalah dalam pertempuan kecil untuk memenangkan perang besar.”

Renungan: Tampaknya ajaran Sun Tzu relevan untuk diterapkan, bukan hanya di bidang militer, melainkan juga di bidang manajemen perbedaan pendapat dan kepentingan di dalam masyarakat, pada skala besar maupun kecil.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN