Yusuf Muhammad: Buzzer Gubernur Penipu Sibuk Ngeles, Katanya Indeks Kebahagiaan Warga DKI Turun karena Pandemi

Yusuf Muhammad: Buzzer Gubernur Penipu Sibuk Ngeles, Katanya Indeks Kebahagiaan Warga DKI Turun karena Pandemi

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menyindir bahwa buzzer “Gubernur Penipu” sibuk berkelit bahwa indeks kebahagiaan warga DKI Jakarta turun karena pandemi.

Ia membandingkan bahwa Jawa Tengah (Jateng) yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo juga sedang mengalami pandemik, namun indeks kebahagiaan warganya naik.

“Buzzer gubernur penipu sibuk ngeles, katanya indeks kebahagiaan warga DKI turun karena pandemi,” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 2 Januari 2022.

“Lha, bukankah gubernur penipu itu katanya berhasil mengatasi pandemi? Di Jateng juga ada pandemi, tapi indeks kebahagiaannya terus naik. Emang yang pandemi cuma DKI? Haha!” sambungnya.

Dilansir dari Detik News, Indeks Kebahagiaan warga DKI Jakarta menurun dibanding pada 2017, yakni sejak Gubernur Anies Baswedan menjabat.

Baca Juga

Pada 2017, Indeks Kebahagiaan warga DKI Jakarta berada pada angka 71,33. Sementara pada 2021, Indeks Kebahagiaan DKI menjadi 70,68.

Dilihat dari Indeks Kebahagiaan 2021 yang dipublikasikan BPS, DKI Jakarta berada pada urutan ke-27 dari 34 provinsi di Indeks Kebahagiaan menurut provinsi.

BPS menjelaskan bahwa indeks tersebut diukur lewat Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dilaksanakan tiga tahun sekali.

BPS menjabarkan ada tiga dimensi yang diukur dalam SPTK 2021, yakni kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudaimonia).

Adapun Tingkat kebahagiaan penduduk 2021 diukur berdasarkan data SPTK 2021.

Survei ini dilaksanakan serentak di semua kabupaten/kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia pada 1 Juli sampai 27 Agustus 2021.

Unit analisis adalah rumah tangga yang dipilih secara acak atau random dengan metode two stage one phase sampling untuk memilih sampel.

Total sampel rumah tangga yang diperlukan untuk keperluan estimasi tingkat kebahagiaan hingga level provinsi di Indonesia adalah sebesar 75 ribu rumah tangga yang tersebar di 34 provinsi.

“Dalam SPTK, tidak semua anggota rumah tangga dapat dipilih sebagai responden karena ada beberapa pertanyaan (misalnya, pertanyaan terkait pekerjaan, pendapatan rumah tangga, dan keharmonisan keluarga) yang hanya dapat dijawab secara akurat oleh kepala rumah tangga atau pasangannya,” jelas BPS.

Perlu pula diketahui, Indeks Kebahagiaan Indonesia pada 2017 berada pada angka 70,69 dan naik sebanyak 0,80 pada 2021 menjadi 71,49.

Menurut, BPS, terdapat 10 provinsi yang mengalami penurunan Indeks Kebahagiaan.

“Provinsi-provinsi tersebut adalah Aceh, Riau, Sumatera Selatan, dan Bengkulu untuk kawasan Sumatera. Untuk kawasan Jawa-Bali-Nusa Tenggara yang turut mengalami penurunan Indeks Kebahagiaan yaitu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara untuk kawasan Kalimantan terdapat pada Provinsi Kalimantan Timur,” tulis BPS.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.