Novel Baswedan dkk Bikin Kantor Pemberantasan Korupsi Sendiri, Yusuf Muhammad: Ini Maunya Apa, sih?

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad mengomentari berota bahwa Novel Baswedan dkk membuat kantor pemberantasan korupsi sendiri.

Yusuf Muhammad mengaku heran sebab Novel Baswedan dari dulu ingin mundur dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namun, setelah akan dipecat, Novel dan rekan-rekan lainnya yang juga dipecat justru membuat kantor KPK versi mereka sendiri.

Baca Juga: Sindir Keras Anies, Yusuf Muhammad: Ngerawat Taman Saja Gak Bisa,...

Sebagaimana diketahui, 57 pegawai KPK yang gagal dalam TWK itu akan dipecat dengan hormat pada 30 September 2021.

“Ini maunya apa, sih? Bukannya dari dulu maunya mundur dari KPK?” katanya melalui akun Twitter Yusuf_dumdum_ pada Kamis, 16 September 2021.

Baca Juga: Yusuf Muhammad: Anies Tak Rawat Taman Waduk Pluit, Padahal Sudah...

Dilansir dari JPNN, sebanyak 57 pegawai yang dipecat karena tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), membentuk kantor darurat pemberantasab korupsi.

Kuasa Hukum para pegawai KPK yang akan dipecat, Saor Siagian menjelaskan bahwa kantor darurat itu adalah bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini.

Selain membuat kantor pemberantasab korupsi., para pegawai KPK yang akan dipecat itu juga menggelar aksi protes.

Baca Juga: Yusuf Muhammad: Anies Tak Rawat Taman Waduk Pluit, Padahal Sudah...

Dalam aksi itu, hadir penyidik nonaktif KPK, Novel Baswedan dan juga Ketua Wadah Pegawai, Yudi Purnomo Harahap.

Aksi yang juga disokong oleh sejumlah aktivis antikorupsi itu menampilkan kotak surat untuk Presiden Joko Widodo. 

Kotak surat itu dibuat dengan harapan Presiden Jokowi segera memberikan sikap dari pemecatan para pegawai.

“Presiden harus menepati janjinya untuk memberantas korupsi di Indonesia,” ujar Saor pada Rabu, 15 September 2021.

Bagikan