Terkini.id, Makassar – Pakar Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) lahir dari cawe-cawe politik.
Hal ini dapat dilihat dari keanehan-keanehan yang terjadi selama proses putusan, salah satunya dari perbedaan pendapat para hakim MK.
“Kelihatan betul putusan ini lahir dari pertarungan politik dan lahir dari cawe-cawe politik sehingga putusan ini keluar,” kata Uceng di salah satu stasiun televisi, Senin 16 Oktober 2023 malam.
Pakar hukum yang akrab disapa Uceng ini menjelaskan, dissenting opinion yang disampaikan oleh para hakim lebih banyak berisi kemarahan.
Apalagi sejak awal para hakim begitu konsisten bahwa materi gugatan tersebut adalah open legal policy. Namun kemudian terjadi gelombang kedua yang memunculkan keanehan berikutnya.
- Tingginya Kekerabatan, Sulawesi Selatan Terjerat Politik Dinasti
- Pakar Hukum Tata Negara: Presiden Kukuh Hanya Bisa Dijatuhkan Lewat Pemilu!
- Pakar Sebut Jokowi Masih Ambigu Soal Penundaan Pemilu: Siapa Saja Boleh Usul Wacana Penundaan
- Soal Putusan MK Terkait UU Ciptaker, Ahli: Ini Kemenangan Besar
- Sebut Jokowi 'Dicuekin' Soal Polemik TWK KPK, Pakar: Mungkin Ada Perintah dari yang Lebih Berkuasa
Yakni ketika putusan pertama itu sudah mengambil penolakan, mendadak ada permohonan baru yang mengubah konstelasi. Sehingga hakim yang dulu konsisten di gelombang permohonan pertama tiba-tiba berubah di gelombang permohonan kedua.
“Nah yang lebih luar biasa lagi katanya di putusan yang lain, Ketua MK itu konsisten tidak ikut dalam memutus perkara,” ujar pria kelahiran Makassar itu.
Namun, pada putusan yang mengabulkan gugatan, Anwar Usman ikut memutuskan perkara. Dan diakui hakim, kehadiran Anwar Usman sangat berpengaruh terhadap putusan.
Dikatakan Uceng, dari pernyataan Hakim Saldi Isra, tidak ikut sertanya Ketua MK Anwar Usman itu dilandasi keinginan agar tak terlibat konflik kepentingan. Kendati begitu, Anwar Usman justru terlibat dalam permohonan atau gelombang kedua.
“Ini menarik karena putusan atau permohonan terakhir itulah yang me-mention secara langsung nama Gibran, yang lainnya kan tidak ada yang mention nama Gibran, ini langsung,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
