Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan baru-baru ini memberikan respon mengejutkan terkait kabar Partai Gerindra dan PKS rujuk.
Dalam tanggapannya, pri yang akrab disapa Zulhas itu menyampaikan jika Koalisi Indonesia Bersatu yang terlebih dahulu diisi oleh PAN, Golkar dan PPP bisa saja membuka pintu untuk menerima personil baru untuk KIB.
Zulhas membuka peluang untuk Gerindra dan PKS jika ingin bergabung dengan koalisi KIB. Menurutnya, saat ini KIB masih kuat dan solid dan juga siap menambah anggota koalisi.
Terkait dengan pendaftaran Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Zulhas mengatakan jika pendaftarannya masih Panjang dan untuk pengusulan calon, akan dirundingkan bersama KIB.
“Ya KIB solid, kuat. Justru kita sekarang apa-apa harus KIB bertiga, nambah boleh. Jadi kalau misalnua PKS mau masuk, Gerindra mau masuk boleh aja”, kata Zulhas seperti diktutip dari laman Detik.com, Rabu 7 Desember 2022.
- Wali kota Makassar dan Menko Pangan Bahas Proyek Sampah Jadi Energi di Rakor Nasional
- Pilkada Jeneponto, Syamsuddin Karlos Sah Terima SK Model B1 KWK dari Zulkifli Hasan
- Dihadiri Zulkifli Hasan, Sejumlah Anak-Anak Ikut Kampanye PAN Bahkan Ikut Berjoget di Atas Panggung
- Ketum PAN Sebut Presiden Bisa Berikan Dukungan ke Kandidat Presiden
- Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan Bakal Bertemu Megawati Soekarnoputri
Adapun awal mula beredarnya isu bahwa PKS dan Gerindra rujuk yakni dimulai dari pernyataan politisi Gerindra Fadli Zon, yang mengatakan jika dia memiliki keakraban dengan Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi.
Fadli Zon secara blak-blakan mengatakan jika kedekatannya dengan politisi PKS itu sudah dimulai sejak lama dan kemungkinan bisa bergabung kembali seperti dulu.
“Dari dulu juga akrab. Pertnayaannya mudah-mudahan kita bisa bergabung lagi bersama-sama. Semua masih cairlah maksudnya masih belum bisa menentukan sampai mendekati waktu tenggatnya”, kata Waketum Gerindra, Fadli Zon.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Dia mengatakan jika apa yang disampaikan Fadli Zon terkait rencana rujuk Gerindra dan PKS merupakan bagian dari dinamika politik.
Dia mengatakan jika dinamika politik yang memuat pro dan kontra merupakan hal yang biasa saja dalam lingkungan politik.
“Yak an itu ditanya kepada Pak Fadli tentang kemungkinan-kemungkinan koalisi. Kan Pak Fadli secara normative menjawab bahwa kemungkinan itu semua terbuka”, kata Sufmi Dasco.
“Bahwa kemudian ada pro dan kontra terhadap koalisi Gerindra dan PKS ya itu dinamika yang terjadi dan kita anggap biasa saja dalam dinamika politik ini”, ujarnya.
Dia juga menilai jika rencana membangun koalisi antar partai merupakan sebuah bumbu pelengkap dalam menghadapi pesta demokrasi 2024 mendatang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
