Masuk

2 Pemuda Tanam Ganja Hidroponik di Apartemen Bekasi, Polisi: Tersangka Belajar Lewat YouTube

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan membongkar kasus peredaran narkoba lewat budidaya hidroponik di salah satu apartemen kawasan Bekasi, Jawa Barat. Dalam kasus ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat bahwa telah terjadi penyalahgunaan narkoba di sebuah apartemen di Bekasi. Dan setelah diselidiki lebih lanjut polisi menangkap tersangka berinisial AA dan MM.

“Perkara ini kita dapati dari adanya informasi pada tanggal 20 April 2022 kita dapat informasi bahwasannya di daerah di kota Bekasi di salah satu apartemen di jalan Boulevard Ahmad Yani ini terdapat penyalahgunaan narkotika,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun dalam konferensi pers, dilansir dari detiknews, Jumat 22 April 2022.

Baca Juga: Oknum Ketua LSM di Gowa Tertangkap Bawa Sabu-sabu

Awalnya, pihak kepolisian mendapati dua bungkus narkotika jenis ganja di unit apartemen lantai 23. Kemudian penyidik mengembangkangkan perkara ini dan didapati informasi bahwa di lantai 19 terdapat satu ruangan berisi 290 pot ganja.

“Pada saat itu langsung kita lakukan penyitaan. Tanaman ini sebagai apa ini bentuk ukuran ada yang masih berusia beberapa bulan ada yang masih beberapa lebih dari 4 bulanan” ujar Harun.

Diungkapkan harun tersangka MM membeli bibit ganja pertama kali di tahun 2019 dengan harga satu paket Rp200 ribu. Kemudian, tersangka melakukan penanaman secara hidroponik dengan mengikuti tutorial dari YouTube.

Baca Juga: Mahasiswi di Makassar Mengaku ke Polisi Temukan Bayi, Ternyata Anaknya Sendiri

“Ini tersangka dapatkan melalui YouTube, jadi tersangka ini belajar lewat YouTube kemudian mempraktekkan di apartemen yang disewa bersama tersangka AA nanti dalam penanaman hidroponik ini, kemudian dia juga punya pengalaman dalam menanam selada sehingga dari pengalaman penanaman selada ini dipraktekan ke dalam penanaman jenis ganja,” jelas Harun.

Dia menyebut tersangka AA dan MM tidak menjual daun ganja, melainkan menjual bunga ganja. Mereka baru bisa memanen bunga ganja dalam waktu 4 bulan sekali.

“Dari hasil penanaman ini tersangka sudah mengedarkan selama kurang lebih 8 bulan. Jadi sudah 8 bulan tersangka mengedarkan ini dengan keuntungan Rp 40 Juta,” ucap Harun.

“Dari perkara tersebut tersangka kita kenakan pasal 114 ayat 2 juncto 111 ayat 2 UU No.35 narkotika dengan hukuman minimal 6 tahun maksila 20 tahun penjara dan denda minimal Rp 1 miliar maksimalnya Rp 10 miliar,” tutupnya.