Terkini.id, Jakarta – Peristiwa pendaki yang terkena hipotermia di gunung makin sering ditemukan. Baru-baru ini, tiga pendaki berusia remaja ditemukan tewas di dalam tenda di kawasan Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Mereka ditemukan pada Minggu, 3 Maret 2019, dan diduga diduga meninggal akibat terserang terserang hipotermia atau kedinginan.
https://www.facebook.com/Jatinangorku/videos/655188494916202/
Juru Bicara Kantor Badan SAR Nasional Bandung, Joshua Banjarnahor menjelaskan, ketiga korban yang belum teridentifikasi tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi meringkuk seperti menahan dingin.
“Korban MD (meninggal dunia) dikarenakan hipotermia, korban diperkirakan berumur belasan, posisi korban meringkuk sambil menahan kedinginan,” kata Joshua seperti dilansir tempo.
- Penulis Manga 'Yu-Gi-Oh' Asal Jepang Kazuki Takahashi Ditemukan Tewas
- Seorang Wanita Asal Bandung Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Makassar
- Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tersangkut Batu Sekitar 2,5 kilometer dari Lokasi Kejadian
- Pensiunan Guru di Sidrap Ditemukan Tewas di Tempat Pemancingan
- Kakek 75 Tahun di Jeneponto Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung
Dia menuturkan, Basarnas Bandung mendapatkan laporan adanya tiga pendaki tersambar petir, Minggu siang, kemudian tim gabungan menuju lokasi kejadian untuk membantu evakuasi korban tersebut.
Hasil pemeriksaan dari lokasi kejadian, terang dia, ditemukan tiga remaja dengan pakaian basah terbujur kaku di tenda, kemudian tim gabungan mengevakuasi para pendaki tersebut.
“Info yang didapat dari tim di lapangan korban terbujur kaku di dalam tenda,” katanya.
Ia menyampaikan, ketiga jasad pendaki tersebut saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk mencari tahu identitasnya.
Basarnas akan bekerjasama dengan pihak DVI (Disaster Victim Identification) kepolisian untuk mengetahui penyebab kematian tiga pendaki tersebut.
Joshua mengimbau kepada para pendaki gunung untuk terlebih dahulu mempersiapkan diri yakni selain fisik yang prima juga harus ditunjang dengan perlengkapan peralatan selama berada di alam bebas.
Menurut dia, ancaman terserang hipotermia cukup tinggi dan bisa menyerang para pendaki yang berada di ketinggian atau pegunungan saat musim hujan.
“Potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah. Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali,” kata dia lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
