Abdul Azis Sebut Minimnya Perhatian Menjadi Pemicu Konflik di Makassar

Asisten Bidang Pemerintahan Kota Makassar Abdul Azis Hasan

Terkini.id,Makassar – Asisten Bidang Pemerintahan Kota Makassar Abdul Azis Hasan menuturkan, minimnya perhatian dalam mewaspadai potensi konflik di lingkungan masing-masing menjadi pemicu terhadap kejadian konflik di Makassar.

“Pada tahun 2018 lalu, telah banyak kejadian konflik yang terjadi, antara lain, maraknya perkelahian kelompok antar warga, tawuran mahasiswa dan tawuran antar pelajar,” ujar Abdul Azis saat ditemui di Hotel Celebes Indah Makassar, Jalan Gunung Latimojong, Sabtu, 30 Maret 2019.

Dengan adanya kejadian tersebut, Abdul Azis menginginkan agar di tahun 2019 kejadian serupa dapat bisa diantisipasi dan dicegah secara dini. Agar tidak terjadi konflik yang sifatnya meluas dan berdampak pada kelancaran pembangunan.

“Dibutuhkan keterpaduan dan kerjasama antara Pemerintah Kota Makassar, Aparat terkait dan masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Kota Makassar memiliki keberagaman suku, agama, adat istiadat, dan budaya yang berharga dan harus tetap dijaga kelestariannya. Hanya saja, kata dia, potensi konflik tetap harus menjadi perhatian.

Menarik untuk Anda:

“Namun, di balik keberagaman itu berbagai dinamika sosial pun mengikutinya, yang mana sangat berpotensi menimbulkan konflik dan setiap saat dapat timbul mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat Kota Makassar,” terangnya.

Selain itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Makassar Ahmadi Junaid menilai sosialisasi kewaspadaan dini potensi konflik bagi tokoh etnis, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat Kantor Kecamatan dilaksanakan berdasarkan program kerja

“Surat Keputusan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Nomor : 893.3/930-lll/BKBP/lll/2019, tanggal, 20 Maret 2019,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bahas Renewable Energy di Sulsel, Alumni Teknik Unhas Angkatan ’98 Gelar Webinar

Brimob Polda Sulsel Patroli Imbau Warga Tidak Berkerumun

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar