Terkini.id, Jakarta – Fakta baru mengenai polemik rencana deklarasi dukungan perpanjangan masa jabatan presiden oleh APDESI.
Ketua DPR RI, Puan Maharani ternyata juga menjadi pengurus di dalam organisasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) versi Surta Wijaya tersebut.
“(Puan) masuk di pengurusan itu. Lupa jadi Penasihat atau Dewan Pembina, SK-nya di kantor,” ujar Sekretaris Jenderal DPP APDESI kubu Surta Wijaya, Anwar Sadat dilansir dari laman Tempo pada Jumat, 1 April 2022.
Anwar menerangkan, pihaknya mengenal Puan saat Surta Wijaya konsolidasi dengan beberapa menteri hingga ke DPR dan MPR sebelum pelantikan organisasi pada November 2021. Konsolidasi diselenggarakan guna meminta arahan serta dukungan penguatan organisasi.
“Terbukanya itu lewat audiensi itu. Di sana kami memberikan sodoran (jadi Dewan Pembina). Banyak anggota Dewan Pembina kami, ada Ketua DPR RI, termasuk anggota DPD,” kata Anwar.
- Pemilu Berjalan Damai, Kadis PMD Sulsel Harap Apdesi Perkuat Silaturahmi
- Pj Gubernur Sulsel Harap Dengan Perkumpulan APDESI Dukung Program Ketahanan Pangan
- Di Hadapan Apdesi, Pj Gubernur Sulsel Tegaskan Surat Edaran Hanya Bersifat Imbauan
- Pj Gubernur Sulsel Minta Maaf, ABDESI Minta Tetap Mundur
- Gubernur Sulsel Dorong Kemandirian Desa di Sulsel
Selain Puan, Anwar mengatakan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan juga menerima tawaran menjadi Dewan Pembina di organisasinya.
Ia mengaku bahwa keduanya memberi banyak masukan kepada pengurus inti APDESI.
“Memberikan pembinaan, arahan, masukan, juga sebagai orang tua kami, lah. Yang barang tentu di semua organisasi ada pejabat tinggi, dimasukkan entah jadi Penasihat atau Dewan Pembina. Untuk membangun relasi dalam organisasi juga kah,” kata Anwar.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pembina Organisasi Apdesi, Muhammad Asri Anas mengklaim sejumlah menteri Jokowi lainnya juga masuk ke dalam struktur organisasi Apdesi pimpinan Surta Wijaya. Diantaranya, menteri Desa Abdul Halim Iskandar dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai penasehat mereka.
Terungkapnya petinggi negara yang turut andil di belakang APDESI versi Surta Wijaya ini semakin menuai penolakan dari warganet.
“Semakin panik, semakin blunder. Berbagai kebohongan dukungan kudeta konstitusi terbongkar, dari big data sampai organisasi tidak sah alias palsu. Semua pelanggaran hukum ini pasti dipantau dan menjadi catatan pihak asing” tulis akun @AnthonyBudiawan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
