Sadis! Kim Jong-Un Tembak Mati Warga Korea Utara yang Rayakan Natal?

Sadis! Kim Jong-Un Tembak Mati Warga Korea Utara yang Rayakan Natal?

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Tepat pada tanggal 25 Desember 2021 kemarin, seluruh umat kristiani di dunia merayakan Hari Raya Natal.

Namun Natal tahun ini tidak berlaku pada warga Korea Utara. Kabarnya penganut agama Kristen di Korea Utara tidak akan bisa dengan leluasa merayakan dan menikmati Natal.

Pasalnya, jika mereka ketahuan merayakan Natal, di bawah kepemimpinan Kim Jong-Un, mereka ternyata akan dikenakan sanksi hukuman mati.

Hal tersebut terjadi karena di Korea Utara, kepercayaan apa pun selain pemujaan terhadap dinasti Kim dilarang.

Bahkan orang-orang Kristen di sana pun harus merayakan Natal secara diam-diam.

Baca Juga

Ditambah lagi hari Natal jatuh hampir bersamaan dengan hari ulang tahun Kim Jong Suk, istri pemimpin tertinggi pertama Korea Utara, yaitu pada tanggal 24 Desember.

Tidak hanya Natal, perayaan hari raya agama lain yang berdekatan dengan tanggal tersebut pun akan dikenakan sanksi yang sama. Dilansir dari Galamedia. Senin, 27 Desember 2021.

Menurut Timothy Cho, seorang warga yang telah kabur dari Korea utara, setiap orang Kristen yang ketahuan berdoa akan ditembak di tempat oleh regu kematian Kim Jong-Un.

Dia adalah pekerja dalam sebuah badan amal yang membantu mendukung orang-orang Kristen yang dianiaya.

“Saya yakin mereka akan diburu dan itu tidak diragukan lagi,” ucapnya.

Dia mengatakan bahwa rezim Kim Jong-Un mendesak rakyatnya untuk memberikan kesetiaan secara penuh kepada keluarga Kim.

“Jika ada yang ditangkap karena diam-diam merayakan Natal, mereka bisa langsung dibunuh,” ucapnya.

Meskipun biasanya regu kematian tersebut masih membutuhkan otoritas untuk melakukan eksekusi publik.

Ternyata mereka tidak memerlukan hal tersebut jika ingin mengeksekusi orang-orang Kristen yang ketahuan merayakan Natal atau tahanan politik di kamp penjara.

Menurut dia kelahiran pemimpin tertinggi pertama Korea Kim Jong Il telah diibaratkan sebagai kelahiran Kristus.

Sebagai informasi, Korea Utara termasuk ke dalam daftar negara dengan tingkat penganiayaan umat Kristen tertinggi.

Diperkirakan 400 ribu orang Kristen yang berada di Korea Utara harus tetap melakukan aktivitas secara sembunyi-sembunyi.

Banyak dari mereka yang telah dikirim ke penjara barbar dan kamp kerja paksa karena kepercayaan mereka.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.