Terkini, Makassar – Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni memberikan klarifikasi terkait salah satu kader Nasdem yang juga Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Aziz terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK.
Ahmad Sahroni menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Bahkan ia menyayangkan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengeluarkan pernyataan di media terkait Abd Aziz terjaring OTT
“Sikap Nasdem sangat menyayangkan apa yang terjadi pada pemberitaan yang dilakukan oleh pimpinan KPK yaitu Johanes. Karena yang bersangkutan (Abdul Aziz) ada di samping saya,” ujar Anggota Komisi III DPR RI ini pada konferensi pers, di Hotel Claro Kota Makassar, Kamis 7/8/2025.
Pada konferensi pers itu, Abd Aziz hadir bersama Ahmad Sahroni dan Rudianto Lallo.
Abdul Aziz mengaku kaget setelah mendengar kabar tentang dirinya terjaring OTT oleh KPK. Padahal Abd Aziz sedang berada di Makassar dan akan ikut menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Makassar 8-10 Agustus 2025.
- DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Diskusi Refleksi 30 Tahun Peristiwa 27 Juli 1996, Teguhkan Komitmen Merawat Demokrasi
- Tip Penting Sebelum Membeli Mobil Listrik: Paling Penting Perlindungannya
- Unhas Tetapkan Tim Penasihat Bisnis PT Haldin Metavisi Akademika, Berikut Nama-namanya
- Tingkatkan Kualitas SDM dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan Barbershop dan Perkoperasian
- Daya Motor Palopo Gelar Turnamen Domino di Luwu Timur, Ratusan Peserta Ramaikan Kompetisi
“Tiga jam yang lalu saya baru dapat kabar itu. Secara tidak langsung keluarga, sahabat dan kerabat banyak yang prihatin, apakah betul bupati di OTT. Kami ada di samping KK Sahroni dan siap menghadiri mensukseskan Rakernas Nasdem yang pertama,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Abd Azis.
“Benar Koltim,” ujar Wakil Ketua KPK Johanis Tanak saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, dilansir dari CNN, Kamis (07/08/2025).
Pimpinan KPK berlatar belakang jaksa ini belum bisa memberikan banyak informasi mengenai operasi senyap tersebut. Sebab, tim penindakan masih di lapangan.
“Tim masih di sana,” kata dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
