Terkini.id, Jakarta – Sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pnembakaran pesawat Susi Air di Paro, Kabupaten Nduga, Pegunungan Papua oleh penyidik gabungan Polres Nduga dan Polda Papua.
D Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Faizal Rahmadani menyatakan keputusan itu diambil setelah gelar perkara diungkapkan dan menetapkan 15 orang sebagai tersangka, termasuk pimpinan OPM Egianus Kogoya.
Selain dicap sebagai tersangka, mereka juga masuk dalam daftar buronan (DPO), dan sejumlah kepolisian resor (polres) akan menerima nama dan gambarnya.
“Lima belas orang yang jadi tersangka dan masuk DPO adalah anggota KKB (OPM) yang melakukan pembakaran terhadap pesawat jenis Pilatus milik Susi Air,” ucapnya.
Karena ada tambahan temuan identifikasi dan keterangan saksi saat pesawat sedang terbakar di Paro, ia mengakui tidak semua tersangka terlihat di video tersebut.
- KKB Papua Kembali Serang Warga Sipil, 4 Orang Tewas, Satu Diantaranya Warga Bulukumba
- KKB Papua Ancam Jokowi dan TNI: Mau Kirim Berapapun Personel TNI, Kami Tidak Takut
- Deklarasikan Perang, 33 Panglima OPM: Kepada Joko Widodo, Tidak Boleh Macam-Macam
- Mantan OPM: Pemerintah Wakil Tuhan, Warga Papua Jangan Tolak DOB
- Prajurit TNI Kembali Gugur di Papua Setelah Upaya Pendekatan Humanis Dilakukan
“Saksi yang dimintai keterangan ada lima orang, ” ujar Faizal.
Dan Peace Task Force for Cartenz, Kombes Faizal, mengakui bahwa upaya masih tetap dilakukan untuk menemukan pilot Selandia Baru yang hilang.
“Mudah-mudahan pilot Philip Mark Mahrtens yang disandera sejak 7 Pebruari dapat segera dibebaskan,” lanjut Kombes Faizal Rahmadani yang mengaku masih berada di Timika.
Tak lama setelah Philip Mark Mahrtens pilot dari Susi Air mendarat di lapangan terbang Paro di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, OPM yang dikomandani oleh Egianus Kogoya sejak 7 Februari menyandera pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
Organisasi teroris OPM membakar pesawat milik Susi Air jenis Pilatus dan melakukan penyanderaan terhadap pilot, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.Id.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
