Akibat Informasi Hoax di Facebook dan Whatsapp Warga Memburu Bahan Pangan untuk Beberapa Hari

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Kepanikan warga kota kerena issue makassar lockdown 3 hari (*istimewah)

Terkini.id, Makassar –Banyak informasi yang beredar di facebook dan wa, tentang kota makassar yang mau di lockdown tutup selama 3 hari membuat masyarakat ramai memburu bahan makanan. Pasar Tjidu di jalan tinumbu, salah satu tujuan warga memburu bahan makanan untuk malam hari.

Tampak keramaian membludak dari hari biasanya sampai jalan tinumbu pun sangat macet dan padat oleh warga yang sibuk membeli bahan pokok.

Iwan yang kami temui saat menjual ikan mengatakan bahwa saat ini ramai sekali karena mau lockdown orang pak mulai besok jumat (9/4/2020) sampai minggu (12/04/2020). Ini habismi ikanku, tegasnya

“Banyak pembeli malam ini pak karena itu informasi di facebook sudah beberapa hari ini mengatakan mau tutup pasar selama 3 hari mulai jumat (9/4/2020) sampai minggu 12/4/2020).” ujar Sudirman pedagang campuran.

Warga yang kami temui saat berburu bahan makanan pun beberapa orang enggan diajak bicara.

Menarik untuk Anda:

Namun ada beberapa orang ibu yang sempat kami bertanya dan menjawab diantaranya, Sia. Sia ini mengatakan bahwa dirinya bergegas mau berbelanja karena ada informasi pasar mau tutup 3 hari.

Ibu Wati menuturkan, ” esok katanya mau lockdown dan lama 3 hari makanya saya mau belanja kebutuhan makanan dulu pak.”

Karena semua warga mengatakan mau lockdown, wartawan mencoba mencari kebenaran informasi ini ke pemerintah kecamatan dan kepolisian resort ujung tanah.

Menyambangi kantor polisi resort ujung tanah, pihak kapolsek tidak ada di tempat. Dan untuk informasi mengenai lockdown kota, kami tidak tau. Bisa langsung hubungi beliau Kapolsek ujung tanah Kompol Ridwan.

Kantor camat pun tidak lepas kami sambangi. Namu kembali sangat kami sayangkan bahwa bapak camat malam ini pun tidak ada, dan sekcam pun tidak ada.

Dilokasi kami sempat berbincang dengan anggota pos jaga dari kepolisian dan TNI dan beberapa satpol PP dan petugas kebersihan. Menurut mereka hanya pembatasan sosial yang ditahu artinya dilarang kumpul kumpul pak. Hal senada diutarakan oleh salah satu staf sekcam yang sempat kami klarifikasi lewat via telephone. Dengan jelas mengatakan untuk informasi lockdown tidak pernah dirinya dengar atau lihat surat edarannya. Yang kami lakukan menghimbau tidak ada keramaian berkumpul-kumpul warga pak. Untuk kejelasan lockdown jelasnya esok kami tidak tahu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

GenBI Sukseskan GGS, Ini Karya Mereka!

Mahasiswa UNM Kecam Pemkab Bone Masalah Perlindungan dan Keselamatan Lingkungan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar