Makassar Terkini
Masuk

Dianggap Dikhianati Elite Politik dan Masuk Penjara, Adi Prayitno Sebut Habib Rizieq Tak Lagi Dihitung

Terkini.id, Jakarta – Pengamat coba menganalisis kekuatan Habib Rizieq Shihab (HRS) di panggung politik. Pasca organisasi yang dipimpinnya, Front Pembela Islam (FPI), dibubarkan, pengamat menilai pengaruh HRS mulai luntur.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Terlebih, dia melihat tidak adanya tokoh politik yang menjenguk eks Imam Besar FPI itu setelah dinyatakan bebas bersyarat pada Rabu 20 Juli 2022.

“Panggungnya sudah bubar, organisasi sudah dibubarkan dan dianggap sebagai organisasi terlarang,” kata Adi sebagaimana dilansir warta ekonomi, Kamis 28 Juli 2022.

Menurut Adi, hal itu membuat Habib Rizieq Shihab ditinggalkan oleh para elite politik yang pernah didukungnya saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan Pilkada DKI Jakarta 2017. 

“Tidak mengherankan ketika bebas, tidak ada satu pun elite politik yang datang. Itu menunjukkan HRS sudah mulai tidak dihitung, bukan lagi magnet politik,” lanjutnya.

Adi menyebutkan sikap yang ditunjukkan oleh elite-elite tersebut membuat Rizieq lebih berhati-hati untuk kembali terjun ke dunia politik. 

Rizieq sudah merasakan dikhianati ketika pihak yang didukungnya pada 2019, yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno malah bergabung dengan pemerintah.

Seolah tidak menyumbangkan apa pun, Rizieq dan kawan-kawannya pun ditinggalkan begitu saja. 

“Ketika kesulitan, tidak ada satu pun dari mereka yang menjenguk atau memberikan bantuan hukum, tidak ada. Berakhir tragis,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak habib Rizieq Shihab atas pernyataan Adi Prayitno.